HAJ Dukung Langkah Hukum AWPB, Minta Apdesi Tinjau Ulang Jabatan Abidin Ayub

Pimpinan sekaligus pemilik Haluan Lampung Group, Hengki Ahmad Jazuli/Dok.Haluan

PRINGSEWU – Pimpinan sekaligus pemilik Haluan Lampung Group, Hengki Ahmad Jazuli (HAJ), turut mendukung langkah Aliansi Wartawan Pringsewu Bersatu (AWPB) yang melaporkan ketua Apdesi Abidin Ayub ke Polda Lampung.

Menurutnya, ucapan Abidin dalam voice note yang beredar dikalangan wartawan tersebut, berkaitan dengan ujaran yang merendahkan harkat, derajat dan martabat profesi jurnalis. Juga sebagai bentuk komitmen menjaga marwah Undang Undang Pers Tahun 1999.

Bacaan Lainnya

“Itu sudah penghinaan profesi, karena berkali-kali menyebut wartawan cuma seujung kuku,” kata HAJ, saat dikonfirmasi via telepon, Senin (30/1/2023).

Menurutnya, Abidin sebagai ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu, seharusnya memberikan contoh kepada kepala desa yang lain bukan justru memprovokasi.

“Gak pantes dia memimpin Apdesi, seharusnya sebagai kepala desa dan ketua Apdesi, memberikan contoh yang baik buat para kepala desa yang lain, bukan menghina profesi wartawan. Saya minta ketua Apdesi provinsi untuk meninjau, kalau bisa diganti. Karena wartawan benteng terakhir bagi rakyat,” jelas dia.

Selain itu, instansi yang disebutkan dalam rekaman voice note dalam pengadaan perpustakaan digital senilai Rp30 juta oleh Abidin Ayub, juga harus memberikan klarifikasinya, agar persoalan ini menjadi jelas.

“Inspektorat, PMD dan Pj Bupati harusnya menyampaikan klarifikasi, karena sudah menyangkut nama baik Kabupaten Pringsewu. Kalau ini benar seperti yang disebut oleh Abidin di voice note bahwa ada beking-membeking, artinya ada proses bancakan dan ini harus dibongkar,” tegas dia.

HAJ pun meminta, kepada seluruh wartawan yang profesinya dilindungi oleh undang-undang, untuk tegas menolak bila ada oknum yang melakukan hal-hal hina dan tercela yang merusak marwah UU Pers.

“Sebagai wartawan kalau profesi kita dihina atau diinjak-injak wajib kita untuk pertahankan, bahwa kita tidak seperti yang dia sebutkan. Jangan jadi wartawan kalau tidak bisa menjaga marwah pers, jadi loper saja,” jelas dia.(TIM/RED)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan