BANDAR LAMPUNG – Sebagian lampu-lampu yang menerangi gerobak pedagang kuliner di sepanjang jalan GOR Saburai mulai padam pada Selasa (31/01/23) malam.
Di lokasi, tidak banyak yang berdagang karena hujan. Namun bau minyak panas dan rempah dari penggorengan pedagang nasi goreng masih berhembus memeluk malam, menusuk hidung para pelintas dan bersin karenanya. Tampaknya, pembongkaran GOR Saburai sejauh ini belum mengganggu usaha mereka.
“Iya, GOR sudah dibongkar, tapi kami masih boleh berdagang. Tapi entah sampai kapan,” ujar istri seorang pedagang nasi goreng saat ditemui Haluan Lampung, Selasa (30/1/2023) malam.
Di seberang jalan, persis di depan Musala Ar-Ridho, dua orang berdiri di depan meja panjang yang penuh sosis. Di sini lumayan ramai, meski tak seramai dari malam-malam biasanya.
Sama dengan pedagang nasi goreng, anak muda pedagang sosis itu juga mengatakan ia dan pedagang lainnya masih dibolehkan berdagang dari petang hingga malam.
“Tapi kami sudah diinformasikan untuk siap-siap hengkang saat pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie nanti. Masalahnya pemberitahuannya baru secara lisan, belum ada surat resmi,” katanya.
“Selagi masih ada kesempatan dan dibolehkan, kami akan terus berjualan di sini, karena masih ramai. Tapi kalau tidak boleh lagi, apa boleh buat, mau tak mau kan harus pergi, tahu ini mau ke mana,” bebernya lagi.
Saat ini, eksistensi para pedagang kuliner di sepanjang jalan GOR Saburai memang seperti tinggal menunggu hari. Jalan yang selama ini memberi berkah, bakal menjadi kenangan.
Sambil menunggu hari penghabisan, mereka mencoba memupuk harapan, semoga masih bisa terus berjualan, atau dibolehpindahkan ke lokasi lain yang aman dan nyaman, se-nyaman sepanjang jalan GOR Saburai yang telah memberikan banyak keuntungan.
Saat ini, GOR Saburai telah dibongkar, namun Musala Ar-Ridho yang berada di areal Taman Gajah masih belum tersentuh pembongkaran.
Musala dan Taman Gajah itu kelak juga akan sirna karena pembangunan Masjid Raya yang megah. Tapi Imam Musala Ar-Riddo Ropii mengaku tidak mengetahui apakah musala itu ikut dibongkar.
“Saya belum tahu, kapan ya,” ujarnya.(VID/IWA)








