Bupati Pesawaran Resmikan Relokasi Bank Lampung KCP Gedongtataan

Peresmian relokasi gedung baru Bank Lampung KCP Gedongtataan/MDS-Dok.Haluan

GEDONGTATAAN – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meresmikan relokasi gedung baru Bank Lampung KCP Gedongtataan, pada Senin (27/2/2023).

Kantor KCP Bank Lampung Gedongtataan sendiri, direlokasi sejak tanggal 20 Februari 2023 di Jalan Ahmad Yani, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Bank Lampung, Presley Hutabarat, mengatakan, di Kabupaten Pesawaran pada tahun 2022, jumlah asset Bank Lampung telah mencapai Rp133 miliar, dengan posisi penyaluran kredit sebesar Rp181 miliar, yang terdiri dari kredit produktif sebesar Rp38 miliar dan kredit konsumtif sebesar Rp143 Miliar.

Sementara, sambung dia, kredit KUR per 31 Desember 2022 di Kabupaten Pesawaran telah disalurkan kepada 271 nasabah dengan nilai sebesar Rp25.112.500,000.

“Dengan rincian, KCP Gedongtataan 257 nasabah dengan nilai Rp13.147.500,000 dan KCP Hanura sebanyak 14 nasabah dengan nilai Rp11.965.000,000, ditopang oleh jumlah posisi penghimpunan dana masyarakat sebesar Rp63 miliar,” jelas dia.

Ia menyebut, saat ini Bank Lampung memilik 7 kantor cabang, 31 kantor cabang pembantu, 27 kantor kas, 153 ATM serta 2.671 Agen L-Smart yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung dan Jakarta.

“Adapun jaringan distribusi yang berada di Kabupaten Pesawaran adalah 2 kantor cabang pembantu yaitu KCP Gedongtataan dan KCP Hanura, 3 kantor kas, 8 ATM serta 37 Agen L-Smart,” papar dia,

Melalui layanan jaringan distribusi Bank Lampung, kata dia, pada tahun 2022 kontribusi penerimaan daerah di Kabupaten Pesawaran yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,28 miliar dengan total transaksi sebanyak 10.723 transaksi.

Sementara, Bupati Dendi mengatakan, Bank Lampung didirikan guna membantu pembangunan daerah dan memberikan jasa layanan perbankan kepada masyarakat di Kabupaten Pesawaran.

“Tidak hanya memberikan layanan perbankan, Bank Lampung juga sangat berperan pada Pemerintah Kabupaten Pesawaran, karena rata rata transaksi di lingkup pemerintah disini sudah non tunai,” ucap Dendi.

Ia juga meminta kepada manajemen Bank Lampung agar menyediakan ruangan khusus untuk pelaku UMKM.

“Tolong sediakan ruangan khusus untuk para pelaku UMKM, namun bukan untuk tampilan produk-produk tapi untuk ruangan konsultasi, karena terkadang pelaku UMKM itu segan masuk ke dalam perbankan,” kata dia.

Permintaan ini bukan tanpa alasan, menurut Dendi, perbankan masih terkesan eksklusif, sedangkan para pelaku UMKM masih butuh sosialisasi dan butuh pemahaman untuk menggunakan jasa layanan perbankan dan untuk membantu pinjaman bagi pelaku UMKM tersebut.(*/MDS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan