Arsad, Bocah Penyandang Cerebral Palsy di Lampung Tengah Butuh Bantuan Pemerintah

Ella dan anaknya Muhammad Arsad Fikar Abqori, yang menderita lumpuh otak/Istimewa

GUNUNGSUGIH – Muhammad Arsad Fikar Abqori, bocah 5 tahun yang menderita cerebral palsy atau suatu kondisi yang memengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh, membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

Bocah asal Kampung Sri Way Langsep, Kecamatan Kali Rejo, Kabupaten Lampung Tengah tersebut telah mengalami kesulitan dalam berjalan dan berbicara sejak lahir.

Keluarganya telah mencoba berbagai cara untuk membantu anak mereka, termasuk terapi fisik dan rehabilitasi, namun mereka masih membutuhkan bantuan tambahan.

Menurut Ela, ibu kandung Muhammad Arsad Fikar Abqori, mereka sering kesulitan untuk mengakses layanan medis dan terapi yang dibutuhkan anak mereka. Kondisi ini semakin diperparah oleh situasi ekonomi keluarga yang sulit.

Keluarga, kata Ella, hanya berharap agar pemerintah dapat memberikan dukungan dan perhatian kepada anak mereka yang sangat memerlukan bantuan.

“Kami hanya buruh tani, untuk memberikan asupan nutrisi dan gizi terus menerus tentu keluarga saya tidak mampu, apalagi suami hanya pekerja serabutan dengan penghasilan sedikit. Kami berharapa ada bantuan dari pemerintah setempat untuk anak kami ini,” ujar Ella, Rabu (15/3/2023).

Ia juga mengatakan, selain menderita kelumpuhan pada otak, anaknya juga divonis mengidap epilepsi.

“Dari diagnosis dokter penyakit ini menghambat tumbuh kembang anak, ditambah Arsad juga mengidap epilepsi, sehingga butuh asupan nutrisi dan gizi yang harus terus menerus,” ungkap Ella.

Ella mengaku, dirinya dan keluarga sudah berusaha untuk melakukan pengobatan dibeberapa tempat baik rumah sakit swasta di Pringsewu hingga melakukan terapi rutin.

“Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah asupan nutrisi dan gizi untuk masa perkembangan anak, juga terapi yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Hingga kini anak kami masih berobat jalan,” kata dia.

Untuk itu pihak keluarga sangat berharap banyak adanya uluran tangan dari pemerintah.

Sebelumnya tim media Haluanlampung telah mencoba mengkonfirmasi hal ini langsung ke Kepala Kampung Sri Way Langsep, Sulaiman, namun hingga kini belum mendapat jawaban.

Dalam memperhatikan kondisi anak-anak seperti Arsad, pemerintah harusnya dapat memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan tumbuh seperti anak-anak lainnya.

Semoga pemerintah dapat memberikan perhatian yang pantas pada masalah ini dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi anak-anak yang memerlukannya.(TIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan