HUT Lampung Ke-59: Mengenang Peristiwa Pahit 18 Maret 2020

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima vaksin Covid19 dosis pertama untuk lansia/Dok.Pemprov Lampung

Oleh: Iwa Perkasa

Tahukah Anda, 18 Maret 2020 merupakan tanggal yang pahit untuk dikenang, karena pada tanggal itulah Covid-19 pertama kali masuk ke Lampung. Dan pada tanggal itulah Provinsi Lampung memperingati hari jadinya.

Bacaan Lainnya

Provinsi Lampung lahir 18 Maret 1964, atau 59 tahun lalu. Tak banyak peristiwa bersejarah yang tercatat pada tanggal itu, kecuali diperingati sebagai hari tidur sedunia dan terjadinya dua peristiwa lokal, yakni hari kelahiran penyanyi dan politisi Anang Hermansyah dan meninggalnya komedian Tata Dado.

Sebelum tanggal 18 Maret 2020, situasi di Lampung masih aman-aman saja. Kabar Covid-19 yang bersumber dari Wuhan, China, masih disikapi santai, padahal dunia sudah sangat mencemaskannya.

Dan seperti biasa, pada setiap bulan Maret Pemprov Lampung bersiap merayakan hari jadinya ke-56. Upacara dan sidang paripurna DPRD terlaksana, bahkan sejumlah agenda tuntas dilangsungkan, tanpa ada rasa cemas. Waktu itu, potensi penyebaran virus corona belum dianggap.

Tiba-tiba saja, pada 18 Maret 2020, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengumumkan kasus pertama Covid-19 masuk ke Lampung. Pasien 01 sempat dirawat dan diisolasi di di RSUD Abdul Moeloek, Bandarlampung.

Beberapa hari kemudian, persisnya Senin (30/03/2020), Reihana mengumumkan pasien Covid-19 nomor 02 berusia 35 tahun asal Bandarlampung meninggal di RSUDAM. Sebelumnya beredar kabar pasien 01 meninggal dunia. Belakangan kabar itu terbukti hoaks. Si penyebar kabar ditangkap.

Setelah itu, pasien terinfeksi corona terus mengalami lonjakan. Masyarakat panik, dan ramai-ramai melakukan tes di rumah sakit di tengah keterbatasan tenaga medis dan alat kesehatan.

Kepanikan terus berlanjut. Rumah sakit kedatangan pasien positif covid setiap hari. Suara batuk diwaspadai sebagai tanda buruk. Masker sulit dicari, kalaupun ada harganya mahal sekali. Salam saling jabat tangan berganti dengan saling beradu tinju. Dan raungan sirine ambulan terdengar seperti suara kematian.

Tak lama setelah itu tersiar kabar seorang pejabat kecamatan di Bandarlampung tiba-tiba meninggal dunia di Lempasing. Dia tergeletak tanpa satu orang pun berani menyentuhnya.

Sejak itu, operasi ‘crot-crot’ pun dimulai. Semua lokasi yang ramai orang disemprot dengan disinfektan. Pasar, mal, sekolah, perkantoran, bahkan jalan raya yang panjangnya berkilo-kilo ditembakin cairan pembunuh virus corona itu.

Rempah rempah, seperti jahe dan bawang putih atau dikenal sebagai ‘mpon-mpon’ pun dikampanyekan. Dibagi gratis oleh pemimpin daerah karena dianggap ampuh menjadi rempah pencegah. Harga jahe pun mendadak mahal.

Kampanye penggunaan mpon-mpon beradu seru dengan imbauan yang disampaikan Dinkes Lampung yang mengimbau warga agar tak usah panik, karena panik dapat menurunkan daya tahan tubuh.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang, jangan panik. Kalau panik bisa memicu hormon kortison, sehingga bisa menurunkan daya tahan tubuh,“ kata Reihana. Hal itu disampaikan Reihana pada saat jumlah jumlah pasien corona di Indonesia sudah mencapai 227 orang. 19 orang di antaranya meninggal dunia.

Kemarin, pada 18 Maret 2023, dalam Sidang Paripurna HUT Lampung di DPRD, Gubernur Lampung mengulas sedikit masa-masa sulit saat daerah ini berperang dengan Covid-19.

“Kita semua telah mengalami masa sulit karena Covid yang telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Namun Alhamdulillah dapat kita kendalikan pada akhir Tahun 2022, berkat peran semua pihak,” katanya.

Dalam sidang terhormat itu, Gubernur menyebut pengendalian Covid berhasil dilakukan berkat refocusing anggaran melalui penerbitan Perda Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Lampung.

Gubernur mengatakan, dengan adanya Perda itu, jajaran Fokorpimda melalui Satgas Covid-19 bersatupadu bekerja bahu membahu dalam melaksanakan PPKM.

Ia memuji kalangan insan kesehatan, masyarakat luas termasuk insan pers punya andil besar melakukan upaya penyadaran bahwa pencegahan Covid terbaik adalah menjaga kesehatan dengan gerakan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, Menjauhi kerumunan.

Pemimpin Redaksi Haluan Lampung

Pos terkait