Rp2 Miliar Anggaran Bersih-Bersih Drainase Bandarlampung Hilang?

Rp2 Miliar Anggaran Bersih-Bersih Drainase Bandarlampung Hilang?
Rp2 Miliar Anggaran Bersih-Bersih Drainase Bandarlampung Hilang? Foto Istimewa

Biaya untuk mencegah air hujan meluap ke jalan di sejumlah lokasi rawan banjir Kota Bandarlampung, sebenarnya cukup mahal. Yakni, mencapai Rp2 miliar. Sayangnya, luapan air hujan masih saja muncul di sejumlah lokasi. Lantas, kemana anggaran bersih-bersih drainase itu?

Bandarlampung – Memasuki pincak musim penghujan, Desember 2023 lalu, Pemkot Bandarlampung menggelontorkan anggaran Rp2 miliar untuk bersih-bersih drainase dan gorong-gorong.

Bacaan Lainnya

Tujuannya, untuk meminimalisir kenangan banjir.

Meski pada kenyataannya, hujan yang mengguyur Kota Bandarlampung sejak Minggu (7/1/2024) hingga Selasa (9/1/2024), membuat sejumlah ruas jalan terendam.

Seperti yang terjadi pada Senin (8/1/2024). Hujan mengguyur sekitar pukul 16.00 Wib, dan hanya dalam waktu kurang dari 15 menit, Jalan Pulau Sebesi, Kelurahan Sukarame, terendam banjir.

Hebatnya, ketinggian genangan air di titik ini mencapai lebih dari 75 centi meter. Sementara panjang jalan yang tergenang, mencapai kurang lebih 1 kilometer.

Sebagian besar badan jalan tertutup muntahan air.

Hal sama, juga terjadi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung.

Lalu, di jalan menuju Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, serta jalur sepanjang Kampus UIN Raden Intan Lampung.

Luapan air tak lagi bisa dielakkan. Kuat dugaan, banjir terjadi akibat sedimentasi serta sampah yang bersarang di badan jalan drainase.

Pantauan lapangan, banjir juga menggenangi badan Jalan Endro Suratmin dan Jalan Pulau Tegal, di Kecamatan Sukarame.

Meski luapannya tidak ‘se-seru’ Jalan Pulau Sebesi, namun banjir di Jalan Endro Suratmin maupun Jalan Pulau Tegal sempat merepotkan warga sekitar. Yaknim mencapai 30 centi meter.

Kemudian, di Kelurahan Waydadi dan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame yang berbatasan dengan Jalan Endro Suratmin. Beberpa ruas jalan di daerah itu terendam banjir. Bahkan, air meluap hingga halaman rumah warga.

Beberapa warga yang tinggal di Jalan Sentot Alibasa, Jalan Ryacudu, serta Jalan Nusa Jaya pun mengelukan bila rumah mereka mulai dimasuki banjir.

Anggaran Besar

Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung melalui Plt Kepala Dinas PUPR Bandarlampung, Iwan Gunawan menyatakan bahwa pihaknya sudah mengalokasikan anggarkan sebesar Rp2 miliar untuk perawatan dan membersihkan drainase serta gorong-gorong yang ada di sejumlah lokasi yang ada di daerah ini.

“Untuk anggaran pembersihan drainase itu 2 miliar,” kata Iwan Gunawan kepada sejumlah wartawan, Sabtu (2/11/2023) lalu.

Iwan menyebut, Rp2 miliar tersebut untuk membersihkan drainase dan gorong-gorong dari sejumlah sampah, serta sedimen tanah hingga lumpur yang ada di dalam saluran drainase.

“Kita bersihkan. Itu tidak hanya sampah plastik saja, tetapi kadang sampai ada kasur juga,” katanya.

Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi banjir di Bandarlampung memasuki musim hujan.

“Ya, apalagi ini akan memasuki musik hujan, dikhawatirkan kalau gorong-gorong tersumbat, akan memicu banjir,” ungkapnya.(Tim)

Pos terkait