Mesuji – Setelah seminggu lalu di rendam banjir, Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, kembali dikepung air bah, Rabu (24/1/2024).
Air mulai membanjiri permukiman warga sejak pukul 03.00 Wib, hingga belasan rumah terendam.
Limpahan air terus melebar, hingga wilayah tetangga Desa Harapan Jaya juga ikut terendam. Memasuki Rabu siang, air tak pula kunjung surut.
Salah seorang warga mengatakan, banjir kembali menggenangi kampungnya.
“Banjir lagi. Semua tertutup air, terutama di perbatasan Desa Jaya Sakti dengan Desa Harapan Jaya,” kata warga tersebut, Rabu (24/1/2024).
Lokasi banjir, dijelaskannya, sama seperti banjir pada minggu lalu.
Limpahan air hujan menenggelamkan wilayah itu sejak dini hari. Penyebabnya, kata dia semalaman hujan mengguyur wilayah Simpang Pematang dan sekitarnya.
“Malam hari Simpang Pematang diguyur hujan deras. Hujan turun sampai tengah malam. Hujan sempat berhenti sebentar, namun kembali lagi turun hujan,” kata dia.
Seminggu lalu, Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, juga terendam banjir.
Sasaran air bah, adalah perbatasan Desa Jaya Sakti dengan Desa Harapan Jaya.
Sama seperti bencana kala itu, luapan air terjadi sejak sekitar pukul 05.00 Wib. Akibatnya, kawasan kebun serta rumah penduduk terendam.
“Ketinggian air, melebihi lutut orang dewasa. Ada juga wilayah tertentu yang sampai pinggang orang dewasa,” kata salah seorang warga.
Sebanyak 28 rumah terendam banjir. Luapan air hujan juga menumbangkan tiang listrik, serta mengikis pondasi beberapa bangunan rumah hingga nyaris roboh.
Terlihat, luapan air sampai memenuhi Bendungan Albaret di Desa Simpang Mesuji.
Mendasari data Polres Mesuji, banjir merendam 3 rumah di Desa Harapan Jaya, dan 25 rumah lain di Desa Jaya Sakti.
Para korban untuk sementara diungsikan ke kantor desa setempat.
Sebab, mereka tak bisa kembali pulang ke rumah masing-masing mengingat kedalaman air mencapai pinggang orang dewasa.
Warga mengaku, tidak bisa menyelamatkan barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah.
Sebab, hingga menjelang pagi hujan tak kunjung berhenti.
Informasi terakhir yang diperoleh wartawan, memasuki sekitar pukul 12.30 Wib, banjir di Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, mulai surut.
Bahkan, wilayah perbatasan Desa Jaya Sakti dengan Desa Harapan Jaya pun sudah terlihat kembali lapisan tanahnya.(Tim)








