Menggala – Lebih dari 700 rumah warga di tiga kecamatan se-Kabupaten Tulangbawang terendam banjir, serta 33.500 hewan ternak peliharaan warga hanyut terseret air hujan, saat banjir melanda daerah tersebut.
Luapan air terjadi selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat (9/2/2024) hingga Minggu (11/2/2024). Banjir juga merendam puluhan TPS (tempat pemungutan suara) yang sedianya akan digunakakan pada Rabu (14/2/2024) lusa.
Informasi yang diperoleh wartawan dari sejumlah sumber, Minggu (11/2/2024), selain ratusan rumah warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum di tiga wilayah kecamatan, Gedung Aji Baru, Rawa Pitu, dan Rawa Jitu.
Warga meyakini, luapan air bah bersumber dari Sungai Way Pidada yang tidak mampu menahan debit air hujan. Dari data yang kami terima, sawah seluas 2.895 hektare yang tersebar di tiga kecamatan ikut terendam banjir,” kata Barisi, Kepala Kampung Dwimesir Jaya, Kecamatan Gedungaji Baru, Minggu (11/2/2024).
Banjir terjadi selama tiga hari berturut-turut. Khusus di Kampung Dwimesir Jaya, Barisi menjelaskan, ada sebanyak 192 rumah warga yang terendam, 450 hektare padi terancam gagal panen, serta 3.500 ekor ayam dan 30.000 ikan peliharaan warga hanyut.
Menurut hemat Kepala Kampung Dwimesir Jaya tersebut, bencana banjir kali ini menjadi yang terparah sejak 30 tahun terakhir. “Ketinggian air mulai dari 50 centimeter sampai satu meter lebih,” ujarnya.
Sedangkan data terdampak yang diperoleh dari Kepala Kampung Sumberagung, Kecamatan Rawapitu, Sahel menyebutkan, seluas 1.253 hektare tanaman padi warga di wilayah itu terendam, serta 306 rumah warga kebanjiran.
Hingga berita ini dirilis, Balai Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) masih mlakukan melakukan investigasi penyebab banjir.
Informasi lain yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, bahwa ancaman banjir di beberapa wilayah Lampung belum akan berhenti hingga 15 Februari 2024.
Melalui peringatan dini cuaca yang dirilis melalui laman resmi BMKG, Minggu (11/2/2024), diketahui sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Salah satu daerah yang disebut, adalah Provinsi Lampung. Merilis pernyataan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto sebelumnya, bahwa upaya kesiapsiagaan cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi mesti ditingkatkan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Menurutnya, merujuk hasil analisa cuaca yang dilakukan tim diketahui setidaknya hingga periode 15 Februari 2024 curah hujan tinggi rata-rata berkisar 150 mm 300 mm, dan bahkan berpotensi lebih dari itu.
Potensi tersebut timbul berdasarkan fakta kondisi dinamika atmosfer yang terpantau cukup signifikan. Pemicu-nya berasal dari adanya penguatan angin Monsun Asia dan aktifnya gelombang ekuator rossby – kelvin.
Adapun kedua fenomena itu sebagai faktor pembentuk awan hujan, pola belokan angin, dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia.
“Informasi ini hasil pengamatan saintifik maka mesti direspons dengan semangat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi oleh semua pihak untuk meminimalisir risiko dampak bencana,” tuturnya.
Dikabarkan, hingga Minggu siang sejumlah warga di beberapa kecamatan diungsikan ke lokasi lain yang lebih aman. Petugas BPBD Tulangbawang menginstruksikan, untuk sementara waktu evakuasi dijalankan, menunggu genangan air kembali nirmal dan aman. (*/Ant)








