Bakauheni – Cuaca buruk yang terjadi di wilayah pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, sejak satu minggu belakangan, membuat antrian kendaraan meluber di Pelabuhan Bakauheni.
Informasinya, antrian terjadi sejak Jumat (7/3/2024) petang lalu.
Hingga Selasa (12/3/2024), antrian masih saja terjadi. Penumpukan terlihat dari dermaga 1 hingga dermaga 7.
Menurut pihak ASDP Bakauheni, penumpukan akibat cuaca buruk di Pelabuhan Merak Banten. Kapal mengalami sulit sandar karena harus bermanufer hingga berkali-kali.
Sementara para sopir dan penumpang mengeluhkan kondisi ini. Jadwal perjalanan terhambat dan harus mengeluarkan biaya tambahan makan minum.
Penumpang berharap cuaca kembali normal sehingga pihak Pelabuhan Bakauheni segera menyeberangkan ke Pulau Jawa, sebab dikhawatirkan muatan sembako busuk di jalan.
Saat ini aktivitas sudah mulai kembali normal namun mengingat cuaca yang berubah-ubah penumpang diharap berhati-hati.
Di pihak lain, Pelabuhan Merak di Cilegon, Banten, pun dipadati antrean kendaraan di seluruh dermaganya, sejak Jumat (8/3) kemarin.
Ini terjadi, sebagai dampak cuaca buruk di Perairan Selat Sunda bagian Utara.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin dalam keterangan tertulis di Merak, mengatakan kepadatan kendaraan akibat cuaca ekstrem di Perairan Selat Sunda.
BMKG mengeluarkan peringatan level 2 – 3 karena cuaca masih belum membaik dengan kecepatan angin 20 – 25 knot/s dan ketinggian gelombang mencapai 2.5 meter.(Ant)








