Kontroversi MoU, Kritik Tajam terhadap Kebijakan Kadis Kominfo Waykanan

Kontroversi MoU, Kritik Tajam terhadap Kebijakan Kadis Kominfo Waykanan
Ketua DPC AWPI Waykanan, Agus Medi. Foto: AWPI

Waykanan – Ketua Asosiasi Wartawan Profesional (AWPI) Kabupaten Waykanan Agus Medi meminta Bupati Raden Adipati Surya dan Baperjakat mengevaluasi kinerja Kadis Kominfo Yusron Lutfi.

Hal itu terkait kebijakan yang diambil dan diduga telah merugikan hingga membuat resah pihak media dan wartawan cetak maupun online.

Bacaan Lainnya

Dimana diduga kebijakan yang merugikan tersebut, terkait permasalahan pembayaran MoU publikasi antara Dinas Kominfo dan media, cetak maupun online. 

Dalam pembayaran tersebut pihak dinas Kominfo hanya akan membayar selama dua bulan, terhitung dari bulan Februari dan Maret, sedangkan bulan Januari tidak dibayarkan, dengan alasan masih dalam proses seleksi MoU.

Menurut Agus Medi, bahwa alasan yang dikemukakan oleh Kadis Kominfo tersebut tidak masuk diakal mereka, untuk tahun 2024 ini.

Menurutnya, anggaran yang tersedia untuk pembayaran MoU dengan media Pemkab Waykanan hanya menyediakan selama 9 bulan, padahal dalam satu anggaran tersebut selama 12 bulan.

“Ini penjelasan yang tidak masuk diakal, sementara DPRD dan Pemkab Waykanan mengesahkan anggaran tersebut selama 12 bulan, kok hanya tersedia 9 bulan saja, kemana yang 3 bulannya,” ujarnya, Jumat (29/3/2024).

Untuk itu, kiranya Bupati dan Baperjakat dapat meninjau dan mengevaluasi kinerja Kadis Kominfo, mengingat kebijakan yang diambilnya telah menimbulkan keresahan di kalangan media dan wartawan.

Kondisi ini, kata Agus Medi, dikawatirkan akan menimbulkan gesekan antara media dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Waykanan, sehingga berdampak negatif.

“Masih banyak kader muda ASN yang mumpuni untuk menjadi pejabat di Way Kanan, jangan hanya karena setitik nila maka akan rusak susu sebelanga,” tandasnya.(*)

Pos terkait