Program Pembinaan di Lapas Kalianda Dipertanyakan, Anggaran Miliaran Rupiah Belum Terbuka

Lampung Selatan – Transparansi program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda dipertanyakan setelah sejumlah wartawan berupaya mengonfirmasi pelaksanaannya, namun tidak mendapat akses informasi dari pihak lapas.

Para wartawan ingin mengetahui sejauh mana program pembinaan dan layanan integrasi bagi warga binaan telah dijalankan, mengingat lapas ini memiliki anggaran yang cukup besar untuk berbagai program di tahun 2024. Berdasarkan informasi yang diperoleh, anggaran tersebut mencakup:

Pembinaan Kepribadian dan Layanan Integrasi Narapidana untuk 763 orang dengan total anggaran Rp196.964.000

Kebutuhan Dasar (Bahan Makanan) dan Layanan Kesehatan untuk 763 orang dengan total anggaran Rp6.398.532.000

Namun, saat wartawan berupaya meminta konfirmasi terkait penggunaan anggaran dan efektivitas program, mereka tidak diberikan kesempatan bertemu dengan pejabat terkait.

“Kami ingin mengetahui bagaimana pembinaan dilakukan dan sejauh mana program-program yang sudah dijalankan, tetapi tidak ada pihak yang bisa kami temui,” ujar salah satu wartawan yang ikut dalam upaya konfirmasi.

Humas Lapas Kalianda menyatakan bahwa Kalapas sedang mengikuti pertemuan daring dan tidak bisa memberikan waktu untuk wawancara. Wartawan juga tidak diberikan akses kontak Kalapas untuk koordinasi lebih lanjut.

Wakil Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bandar Lampung, Muhamad Iqbal, menilai pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran dan program di lapas.

“Masyarakat berhak tahu bagaimana pembinaan di dalam lapas dijalankan, terutama terkait rehabilitasi warga binaan dan penggunaan anggaran. Seharusnya tidak ada informasi yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIA Kalianda belum memberikan tanggapan resmi terkait pelaksanaan program pembinaan dan penggunaan anggaran tersebut. (Red)

Pos terkait