LAMPUNG BARAT – Proses pengaspalan jalan di wilayah Liwa, Lampung Barat, menjadi sorotan setelah pekerjaan tetap dilaksanakan meski hujan turun deras. Padahal, pengaspalan jalan saat hujan diketahui dapat menurunkan kualitas aspal dan berpotensi merusak jalan dalam jangka panjang. Hal ini memunculkan tanda tanya besar terkait efektivitas dan kualitas pekerjaan yang dilakukan.
Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya sebenarnya menyadari bahwa pengaspalan jalan saat hujan tidaklah ideal. Namun, mereka mengaku hanya menjalankan perintah dari atasan.
“Ya, kami tahu kalau pengaspalan saat hujan tidak bagus, tapi kami hanya menjalankan tugas dari Dinas PU,” ujarnya singkat.Senin (17/3/2025)
Lokasi pengaspalan yang membentang dari Bundaran Tugu Liwa hingga Simpang Serdang terlihat masih dalam kondisi berlubang dan rusak. Meski hujan terus mengguyur, pekerjaan tetap dilanjutkan. Saat tim media mendatangi lokasi, beberapa pekerja terlihat menghindar dan enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Ketika dimintai penjelasan, mereka hanya menjawab, “Nggak tau, nggak tau,” sambil bergegas meninggalkan lokasi.
Ahmad, salah seorang pengawas proyek, juga terlihat enggan memberikan penjelasan mendetail.
“Saya hanya menjalankan tugas dari atasan. Untuk pertanyaan-pertanyaan teknis, saya tidak tahu,” katanya dengan sikap yang terkesan menyembunyikan sesuatu. Ketika ditanya tentang ketebalan dan kualitas aspal yang digunakan, Ahmad kembali mengulangi jawaban yang sama, “Tidak tau, tidak tau.”
Proses tambal sulam jalan ini dilakukan sepanjang ruas jalan dari Bundaran Tugu Liwa hingga Simpang Serdang. Namun, hasilnya patut dipertanyakan. Aspal yang baru saja dipasang terlihat tidak kokoh dan mudah terkelupas, terutama karena dilakukan dalam kondisi hujan. Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat akan kualitas pekerjaan yang dilakukan.
Masyarakat setempat pun mulai mempertanyakan kebijakan ini. “Ini kan jelas-jelas tidak tepat. Aspal yang dipasang saat hujan pasti tidak akan bertahan lama. Ini hanya buang-buang anggaran saja,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pengaspalan jalan tetap dilaksanakan meski dalam kondisi hujan. Masyarakat berharap ada tindak lanjut dan evaluasi dari pihak terkait agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan kerusakan jalan yang lebih parah di masa mendatang.
Proses pengaspalan jalan di Liwa, Lampung Barat, ini menjadi sorotan publik. Masyarakat menuntut transparansi dan kejelasan dari pihak Dinas PU terkait kebijakan ini. Harapannya, ke depan, proses pengaspalan jalan dapat dilakukan dengan lebih profesional dan memperhatikan kondisi cuaca agar hasilnya optimal dan tahan lama. (Arya /Rifa’i)








