Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Lampung Utara, Warga Geram Oknum Agen dan Pangkalan Diduga Bermain

Lampung Utara – Kelangkaan gas elpiji 3 kg serta lonjakan harga di tingkat pengecer membuat masyarakat dari berbagai kecamatan di Lampung Utara geram. Warga menduga ada permainan dari oknum agen dan pangkalan yang menyebabkan harga gas melon itu semakin sulit dijangkau.

Di media sosial, keluhan masyarakat semakin ramai. Salah satunya terlihat dalam grup Facebook Lampung Utara Bangkit Bersama, di mana unggahan berita Haluanlampung.com terkait dugaan permainan agen elpiji 3 kg dibanjiri komentar warganet, terutama dari kalangan ibu-ibu.

Beberapa komentar warganet mencerminkan kekesalan mereka terhadap kondisi ini:

@idham_sh: “Sidak sana-sini kelihatannya serius, tapi setelah itu gas makin langka. Kalau punya uang sih tidak masalah, tapi kalau orang susah bagaimana?”

@tuti_SI: “Makin enggak jelas agen dan pangkalan. Katanya barang enggak datang, tapi di kios pengecer ada. Harga 40 ribu, kocak!”

@Zai_zai: “Harus diusut tuntas kalau ada agen yang malah memasok ke pengecer, bukan ke pangkalan resmi.”

@yurman_nn: “Di Bukit Kemuning, gas langka dan kalaupun ada harganya luar biasa mahal, lur!”

Menanggapi kondisi ini, seorang warga Lampung Utara, M. Hasan Effendi, menilai pemerintah daerah belum menunjukkan ketegasan terhadap agen dan pangkalan nakal.

“Sepertinya kami masyarakat cuma disuguhi sandiwara soal penanganan kelangkaan gas. Pemerintah memang sudah melakukan operasi pasar, tapi yang dibutuhkan itu ketegasan terhadap agen dan pangkalan nakal. Percuma kalau operasi pasar cuma sehari, tapi besoknya langka lagi dan harga makin meroket. Wajar masyarakat bertanya-tanya, untuk apa sidak kalau hasilnya selalu sama?” ujar Hasan dengan nada ketus.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung berencana melakukan monitoring terhadap distribusi BBM dan LPG bersubsidi pada 20 Maret 2025. Namun, upaya awak media untuk mengonfirmasi lokasi dan jadwal monitoring ini belum membuahkan hasil.

Kabid Energi Dinas ESDM Provinsi Lampung, Sopian Atiek, tidak memberikan jawaban saat dihubungi melalui WhatsApp. Wakil Ketua Hiswana Migas Lampung Bidang Elpiji, Dwi Prayono, juga mengaku belum mengetahui jadwal dan titik lokasi monitoring.

“Walaikumsalam Wr Wb. Belum tahu jam dan titiknya ini,” jawab Dwi Prayono singkat melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg di Lampung Utara. (*)

Pos terkait