Harga Elpiji 3 Kg Membengkak, Dugaan Mafia Migas di Lampung Utara Disorot

Lampung Utara – Dugaan praktik mafia migas di Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan publik. Hal ini mencuat saat kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjual sembako dan gas elpiji 3 kg dengan harga di bawah pasaran.

Dalam video yang diunggah akun resmi Facebook Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., tampak ia bertanya langsung kepada masyarakat terkait harga gas elpiji di lapangan.

“Berapa harga gasnya, Pak?” tanya Bupati.

Sejumlah warga menjawab bahwa harga elpiji 3 kg mencapai Rp28 ribu per tabung. Namun dalam kegiatan GPM tersebut, harga gas yang dijual hanya Rp20 ribu.

Menanggapi hal itu, tokoh masyarakat Lampung Utara, Mamboel, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan permainan mafia migas di daerahnya.

“Ungkapan warga jelas menyebut harga Rp28 ribu per tabung. Aparat seharusnya bisa mudah mengungkap, cukup dengan memeriksa para pengecer. Setiap agen resmi gas elpiji juga memiliki kode atau tanda khusus pada tutup tabung gas 3 kg,” tegas Mamboel.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi persoalan ini kepada Bupati Lampung Utara, Dinas Perdagangan, Kapolda Lampung, serta Gubernur Lampung. Publik menanti langkah tegas pemerintah dan aparat untuk memberantas dugaan mafia migas yang merugikan masyarakat.

Pos terkait