Lampung Utara — Ramai diperbincangkan di berbagai media sosial, kondisi bangunan SMK Negeri 1 Bukit Kemuning kini menjadi sorotan publik. Beberapa gedung sekolah tampak nyaris roboh dan sejumlah fasilitas disebut tidak terawat, memunculkan pertanyaan tentang pengelolaan dana sekolah.
Berdasarkan penelusuran tim Jelajah.co melalui platform JAGA ID, sejak tahun 2023 hingga 2025, total anggaran untuk sarana dan prasarana sekolah mencapai Rp212.328.000. Selain itu, dana BOS yang diterima sekolah dalam tiga tahun terakhir tercatat sebagai berikut:
Tahun 2023: Rp1.402.700.000
Tahun 2024: Rp1.372.280.000
Tahun 2025: Rp653.185.000
Besarnya dana yang diterima sekolah tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Romlah, mengaku heran melihat kondisi sekolah yang tampak tidak terurus meski masih ada iuran komite yang dipungut setiap bulan.
“Miris aja sih, bang. Kok bisa bangunan hampir roboh, padahal kami orang tua murid masih membayar uang komite Rp100 ribu per bulan per siswa. Kadang kami mau tanya, tapi takut berdampak ke anak-anak kami,” ujar Romlah, Jumat (10/10/2025).
Senada dengan itu, warga sekitar sekolah, Ahmed, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap dugaan kurangnya kepedulian dari pihak kepala sekolah.
“Sekolah lain berlomba membangun dan meningkatkan mutu, tapi di SMK Negeri 1 Bukit Kemuning justru seolah acuh. Kepseknya seperti tidak punya niat memajukan sekolah yang dia pimpin,” kata Ahmed.
Lebih lanjut, Ahmed berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Gubernur Lampung turun tangan melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah.
“Kami berharap pemerintah melakukan evaluasi dan kalau perlu menelusuri penggunaan dana BOS dan dana komite di sekolah itu,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bukit Kemuning, Hamron Roiya, serta Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Inspektorat Provinsi Lampung belum memberikan konfirmasi terkait dugaan ini. (Red)








