LAMPUNG UTARA — Dugaan penyimpangan kualitas pembangunan yang bersumber dari dana desa mencuat di Desa Muara Dua, Kecamatan Abung Tinggi. Sejumlah warga mempertanyakan mutu pekerjaan fisik yang dinilai dikerjakan asal-asalan dan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan.
Keresahan warga muncul karena pembangunan yang dilaksanakan dinilai tidak memperhatikan ketahanan dan kualitas bangunan. Padahal, proyek tersebut menggunakan dana desa yang semestinya dipertanggungjawabkan secara transparan dan profesional.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya, Wangi (bukan nama sebenarnya), mengaku miris melihat kondisi pembangunan di desanya. Ia menilai pekerjaan tersebut terkesan hanya mengejar penyelesaian tanpa memikirkan mutu jangka panjang.
“Iya, bingung saja bang. Kita mau bicara takut salah, takut nanti malah berdampak ke kami. Tapi coba saja abang cek langsung ke lokasi pembangunan di Dusun 1. Nilai anggarannya cukup besar, tapi kalau bicara ketahanan dan kualitas bangunan, saya pribadi ragu melihat cara kerjanya seperti itu,” ujar Wangi kepada awak media.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait potensi kerugian negara dan dampak jangka panjang bagi fasilitas desa yang dibangun dengan uang rakyat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Muara Dua belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp ke nomor 08786431xxxx. Pesan tercatat terkirim, namun belum mendapat respons.
Jelajah.co akan terus berupaya meminta penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan. (Red)








