lampung – Sebanyak lebih dari 700 karateka dari berbagai daerah di Provinsi Lampung memadati Green Sport Arena, Komplek Gubernuran, Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026).
Mereka berkumpul untuk bertanding dalam Kejuaraan Karate Shokaido II Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Ketua Umum Shokaido Provinsi Lampung.
Ajang bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Mico Periyando yang hadir mewakili Ketua Umum Shokaido Lampung.
Dalam samburannya, Mico menjelaskan bahwa kejuaraan ini memiliki nilai strategis. Selain sebagai ajang evaluasi tahunan, turnamen ini juga menjadi seleksi untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shokaido.
”Agenda ini menjadi acuan dan indikator seleksi tim Shokaido Lampung untuk menghadapi Kejurnas pada bulan April mendatang. Kebetulan Lampung akan menjadi tuan rumah yang dipusatkan di Gedung Sumpah Pemuda (PKOR Way Halim),” ujar Mico.
Mico berharap para karateka Shokaido bukan hanya menjadi karateka berprestasi, tapi juga menjadi teladan sebagai karateka yang menjungjung tinggi sportifitas dan menanamkan nilai-nilai Bushido dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedisiplinan, kehormatan, kesetiaan, dan penguasaan diri, adalah nilai-nilai yang melampaui sekadar teknik fisik. Ini membentuk karakter moral, mengajarkan kerendahan hati, serta keberanian untuk mengakui kelemahan diri sendiri, bukan sekadar memenangkan pertarungan fisik,” ungkap Ketua 1 Pengprov FORKI Lampung ini.
Ketua Pelaksana, Iskandar, melaporkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa.
Tercatat sekitar 720 atlet dari 9 pengurus cabang (Pengcab) kabupaten/kota se-Lampung turut ambil bagian.
”Ini adalah upaya Shokaido untuk melakukan pembinaan secara terus-menerus. Dengan jumlah peserta yang membludak, kami optimistis Shokaido Lampung bisa sukses sebagai tuan rumah Kejurnas dan sukses dalam prestasi nasional,” terang Iskandar.
Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Lampung, Ariswandi, yang hadir mewakili Ketua Umum Forki Lampung, Taren Sembiring memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Perguruan Shokaido dalam melakukan pembinaan atlet.
Menurutnya, kompetisi rutin adalah kunci utama dalam mencetak atlet berprestasi.
”Kami pengurus Forki Lampung sangat mengapresiasi Shokaido Lampung karena rutin menggelar event seperti ini. Percuma atlet berlatih keras jika tidak ada kejuaraan sebagai ajang evaluasi, hasilnya nol besar. Event ini adalah indikator keberhasilan pembinaan,” tegas Ariswandi.
Ia juga menegaskan komitmen Forki Lampung untuk mendukung penuh setiap perguruan yang aktif menyelenggarakan kejuaraan, mulai dari dukungan biaya medali hingga honor wasit dan juri.(*)








