BANDARLAMPUNG —– Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, meninjau pelaksanaan ujian kompetensi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Al Kautsar Indoor Sport Center, Bandarlampung, Senin (4/5/2026).
Peninjauan ini untuk memastikan pelaksanaan tes KDKMP di Lampung berjalan lancar.
Wamenkop Farida Farichah mengungkapkan pemerintah menargetkan perekrutan 30.000 manajer KDKMP yang akan ditempatkan di 30.000 desa di seluruh Indonesia.
“Sebanyak 30.000 manajer akan direkrut dan ditempatkan di desa-desa di seluruh Indonesia. Mereka harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kontrak,” ujar Farida.
Wamen Farida menegaskan, peran manajer sangat penting dalam mengelola operasional koperasi. Selain mengatur sistem manajerial, seorang manajer juga harus mampu memimpin tim serta berkoordinasi dengan berbagai elemen dalam koperasi, seperti pengurus, dewan pengawas, dan anggota.
“Karena ini adalah badan usaha, maka harus dikelola secara profesional. Ada target capaian yang harus dipenuhi, sehingga dibutuhkan manajer dengan kualitas leadership yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menilai, proses seleksi ini menjadi langkah strategis untuk mencetak manajer profesional yang siap berkontribusi dalam penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Tes dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), dengan Lampung menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan.
Menurut Jihan, kehadiran sistem seleksi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem koperasi yang modern dan profesional.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan BKN dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Pemerintah Provinsi Lampung mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Kementerian Koperasi dan BKN. Ini adalah bagian dari ekosistem besar yang sedang dibangun untuk mewujudkan koperasi yang profesional di seluruh Indonesia,” ujar Jihan.
Ia menambahkan, pembangunan koperasi tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secara langsung.
Karena itu, para peserta dituntut memahami pola kerja, kontrak, serta sistem manajerial koperasi secara menyeluruh.
“Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa koperasi akan dibangun dengan sistem seprofesional ini. Semua dipersiapkan dengan matang, mulai dari pembangunan hingga SDM. Semoga seluruh rangkaian tes berjalan lancar dan menghasilkan kontribusi terbaik bagi negara,” lanjutnya.
Jihan juga menyebut Lampung mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai cepat dan siap dalam mengimplementasikan program KDKMP.
Ia berharap para peserta yang lolos seleksi nantinya siap ditempatkan di berbagai wilayah serta mampu menjalankan tugas secara optimal.








