Ricuh di Depan Kantor Bupati Pringsewu, Massa Bentrok dengan Aparat dalam Simulasi Sispamkota

Pringsewu – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Pringsewu Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Pringsewu, Selasa (19/5/2026). Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM dan bahan pokok yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

Aksi yang awalnya berlangsung tertib itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Personel yang berjaga tampak membentuk barikade pengamanan di sejumlah titik untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tim negosiator kepolisian beberapa kali melakukan pendekatan persuasif dan meminta massa tetap tenang serta tidak mudah terpancing provokasi.

Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan. Massa justru mulai bertindak anarkis dengan melempari petugas menggunakan botol minuman, kayu, hingga benda-benda lain ke arah aparat keamanan. Situasi pun perlahan memanas.

Melihat kondisi yang mulai tidak kondusif, kepolisian langsung menerjunkan pasukan Dalmas awal guna melakukan pengendalian massa. Petugas berupaya mendorong massa agar kembali tertib dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan. Akan tetapi, jumlah pengunjuk rasa yang terus bertambah membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Massa bahkan mencoba menerobos barikade petugas serta melakukan pembakaran ban di tengah aksi.

Untuk mengantisipasi eskalasi yang lebih besar, aparat kemudian menurunkan pasukan Dalmas inti hasil rayonisasi antarpolres. Personel gabungan bergerak cepat memperkuat pengamanan dengan perlengkapan anti huru-hara lengkap sesuai standar operasional prosedur pengendalian massa.

Saat situasi mencapai puncak ketegangan, aparat kepolisian tampak menerjunkan unit K9 untuk membantu sterilisasi area dan menekan pergerakan massa. Petugas juga mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyemprotkan air ke arah massa yang bertindak ricuh. Di sisi lain, personel pemadam dari kepolisian sigap memadamkan ban-ban yang dibakar menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Meski sempat melakukan perlawanan dan bertahan di lokasi aksi, massa akhirnya berhasil dipukul mundur setelah aparat menerjunkan tim pengurai massa. Secara bertahap situasi kembali terkendali dan area sekitar Kantor Bupati Pringsewu kembali aman.

Namun, seluruh rangkaian kericuhan tersebut ternyata bukan kejadian sebenarnya. Adegan itu merupakan bagian dari Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar jajaran Kepolisian Daerah Lampung bersama Polres jajaran sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pringsewu.

Kapolres Pringsewu AKBp M. Yunnus Saputra melalui Kabag Ops AKP Minan menyampaikan, latihan Sispamkota merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan, khususnya pengendalian massa saat terjadi situasi kontinjensi.

“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penanganan unjuk rasa sesuai SOP, mulai dari tahapan negosiasi, Dalmas awal, Dalmas inti hingga langkah-langkah penegakan hukum secara terukur. Dengan adanya latihan ini, diharapkan seluruh personel siap dan sigap apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan keamanan maupun aksi massa yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujarnya saat ditemuai awak media dilokasi latihan.

Ia menambahkan, latihan juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antar satuan dan antarwilayah dalam menghadapi situasi eskalasi massa. Seluruh personel dituntut memahami pola bertindak di lapangan, mengedepankan langkah humanis, namun tetap tegas sesuai prosedur kepolisian.

“Kami ingin memastikan seluruh personel mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif serta mengutamakan keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Latihan Sispamkota tersebut melibatkan personel gabungan dari Direktorat Samapta Polda Lampung, Polres Pringsewu, Polres Pesawaran, Polres Tanggamus, dan Polres Pesisir Barat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kesiapan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Provinsi Lampung.(*)

Pos terkait