Lampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian publik di Provinsi Lampung. Di tengah berbagai pemberitaan mengenai pelaksanaannya, sejumlah warga di beberapa kabupaten menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian lokal. Namun, mereka juga menekankan pentingnya pengawasan agar pelaksanaannya tetap sesuai ketentuan.
Hal itu terungkap dari hasil penelusuran dan wawancara acak yang dilakukan jurnalis Haluanlampung.com sejak 28 Juni 2026 di sejumlah daerah di Provinsi Lampung.
Di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Obet, warga Tiyuh Pulung Kencana, menilai Program MBG bukan hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Program MBG sebenarnya sangat baik. Selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini juga membuka lapangan pekerjaan. Dalam kondisi saat ini mencari pekerjaan tidak mudah, sehingga keberadaan dapur MBG sangat membantu masyarakat. UMKM di sekitar juga ikut merasakan dampak positifnya,” ujarnya.
Menurut Obet, meski sempat muncul persoalan di beberapa dapur MBG yang menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, manfaat program tersebut tetap dirasakan secara luas.
“Kita juga harus objektif melihat dampak positifnya terhadap perputaran ekonomi daerah. Anak-anak juga terlihat antusias saat menerima makanan bergizi di sekolah. Yang terpenting sekarang adalah masyarakat bersama pemerintah melakukan pengawasan agar persoalan serupa tidak terulang,” katanya.
Sementara itu, di Kabupaten Lampung Utara, Ryo, warga Kelurahan Kota Alam, menilai pelaksanaan Program MBG terus mengalami perbaikan, terutama setelah adanya evaluasi terhadap sejumlah persoalan yang sempat terjadi.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung yang aktif melakukan pemantauan dan menerima berbagai masukan masyarakat. Setelah adanya evaluasi terhadap dugaan keracunan massal beberapa waktu lalu, kita bisa melihat adanya penurunan signifikan terhadap kejadian serupa,” ujarnya.
Ryo berharap seluruh elemen masyarakat ikut mengawal pelaksanaan Program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan.
“Kita harus bersama-sama mendukung program Presiden ini agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang dapat merusak citra program. Banyak masyarakat yang kini memperoleh pekerjaan, sementara pelaku UMKM juga ikut merasakan manfaat ekonominya. Karena itu pengawasan harus terus diperkuat,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Medy, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Way Kanan. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah pasti memunculkan pro dan kontra, namun manfaat yang dirasakan masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan.
“Dalam setiap program pemerintah pasti ada pihak yang mendukung dan ada yang mengkritik. Yang terpenting masyarakat melihat persoalan secara utuh, termasuk dampak positif yang dihasilkan Program MBG terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Medy juga menilai dukungan Gubernur Lampung terhadap keberlanjutan Program MBG didasarkan pada pertimbangan kepentingan masyarakat, khususnya mereka yang memperoleh pekerjaan melalui program tersebut.
“Saya berpendapat dukungan Gubernur bukan karena kepentingan pribadi, tetapi karena melihat banyak masyarakat yang kini bekerja melalui Program MBG. Kalau program ini berhenti begitu saja, tentu akan berdampak terhadap mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar persoalan lain, seperti kondisi infrastruktur jalan, tidak selalu dikaitkan dengan Program MBG.
“Persoalan jalan rusak sudah ada jauh sebelum pemerintahan sekarang. Yang penting pemerintah terus bekerja memperbaikinya secara bertahap, sementara masyarakat juga ikut mengawal setiap program pembangunan agar berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Red)








