LIWA – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Barat, Edi Novial, memimpin langsung rapat kerja (raker) PMI untuk yang pertama di tahun 2023, di Markas PMI di Lingkungan Sukajadi, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit .
Beberapa hal yang menjadi pembahasan pada raker tersebut di antaranya penyampaian hasil hasil musyawarah kerja PMI Provinsi Lampung (Mukerprov) ke-IX tahun 2023 yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Februari 2023 di Hotel Emersia Bandar Lampung .
“Alhamdulillah pada Mukerprov PMI bulan kemaren saya telah menyampaikan program program kerja PMI Lampung Barat. Saya melihat program kerjanya PMI Lambar cukup lebih aktif jika kita bandingkan dengan beberapa kabupaten/kota lainnya,” ujar Edi, Selasa (7/3/2023).
Untuk itu, sambung Edi, pada raker kali ini, ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap pengurus, relawan dan pihak pihak lainnya yang telah bersinergi dengan baik bersama PMI Lampung Barat untuk hadirkan program program yang bemanfaat bagi masyarakat dan perkembangan organisasi ini.
Edi Novial juga menyampaikan bahwa PMI Provinsi Lampung telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung tentang sinergisitas kegiatan sosial kemanusian .
“PMI Lampung Barat juga akan segera melakukan rapat bersama dengan PPNI setempat terkait MoU ini. Hal itu guna mmengkoordinasikan ruang lingkup yang tertuang di MoU tersebut,” papar dia.
Ketua DPRD Lampung Barat ini melanjutkan, kerjasama itu meliputi penanggulangan bencana, pelayanan sosial dan kesehatan, donor darah, pendidikan dan pelatihan, tenaga sukarela, penelitian, penggalangan donasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Sementara itu terkait akan berdirinya Unit Donor Darah (UDD) di bawah PMI Lambar saat ini PMI Lambar telah membuat tim khusus.
“Ya tim khusus ini akan berkerja untuk melakukan penilaian terkait cita-cita PMI Lambar akan mendirikan UDD. Segera saya tanda tangani dan saya minta tim berkerja selama dua minggu untuk mempelajari berdirinya UDD, seperti tentang bangunan tempat UDD, penyelenggaraan pelayanannya, kemampuan pelayanan dan lain-lain,” papar Edi.
Ia menyebut, UDD menjadi sangat dibutuhkan, karena kebutuhan akan donor darah yang sangat tinggi. Selain itu, keberadaan UDD ini akan sangat membantu keluarga pasien yang membutuhkan donor darah.
“Apakah pasien yang mengalami pendarahan, cuci darah dan sebagainya. Dimana satu pasien ada yang sampai membutuhkan 3 sampai dengan 7 kantong darah. Saya rasa UDD PMI Lambar ini akan jadi salah satu solusi akan hal itu,” pungkas Edi Novial.(*/FAI)








