Bandarlampung – Kembangkan dan gali potensi wisata, Pemerintah Kota Bandarlampung siapkan 12 Desa Wisata yang tersebar di zona seluruh kecamatan.
Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata, Dirmansyah, rencana pengembangan kawasan Desa Wisata sudah diputuskan Walikota Eva Dwiana melalui sebuah Surat Keputusan tentang penambahan desa wisata yang tadinya ada 3 desa wisata yaitu Sumber Agung, Sumur Putri, dan Pulau Pasaran, menjadi 12 Desa wisata yang tergolong dalam kategori Desa Wisata Budaya, Desa Wisata Religi dan Desa Wisata Ekologis.
Ia melanjutkan, dalam proses pengembangan 12 Desa Wisata tersebut, Pemkot Bandarlampung telah bekerjasama dengan 12 Universitas dalam melakukan penelitian potensi Desa Wisata.
“Untuk perkembangan desa wisata itu, kita sudah bekerjasama dengan 12 Universitas untuk melakukan penelitian mulai dari survei, hingga penataan potensi dalam proses pengembangan desa wisata tersebut, dan saat ini sedang berjalan,” lanjutnya.
Selain Desa Wisata, Pemkot Bandarlampung juga berupaya dalam pengembangan kuliner khas Lampung, yakni dengan memasukkan menu makanan-makanan khas Lampung diseluruh Hotel dan Cafe di Kota Bandarlampung.
“Selain desa wisata, kita juga akan melakukan pengembangan dalam bidang Kuliner Lampung, kita akan bekerjasama dengan seluruh Hotel dan Cafe di Kota Bandarlampung agar kedepannya bisa disajikan makanan khas lampung dan nuansa hotel atau cafe itu juga akan kita buat dengan ciri khas adat budaya Lampung,” tutur Dirmansyah.
Berikut Desa wisata yang menajadi program pengembangan wisata Pemkot Balam:
Desa Wisata Budaya Rajabasa, Desa Wisata Budaya Kedamaian, dan Desa Wisata Negeri Uok Gading. Desa Wisata Religi UIN Raden Intan Lampung, Desa Wisata Religi Kedaung, dan Desa Wisata Religi Masjid Al-Furqon. (AL)








