Bandarlampung – Memasuki minggu keempat Bulan Januari 2024, wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai merambah ke sejumlah daerah Lampung.
Hampir tidak ada kabupaten kota yang luput dari serangan nyamuk tersebut.
Memasuki dekade pertengahan Januari ini saja, di Kota Bandarlampung tercatat sebanyak 184 kasus.
Dikhawatirkan, memasuki Bulan Februari ke depan, jumlah korban bakjal semakin banyak jika tidak ada upaya pencegahan.
Diketahui bahwa, pada 2023 Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung mencatat sebanyak 210 kasus.
“Kami berupaya terus meningkatkan sosialisasi dan promosi kesehatan, menyelenggarakan penyuluhan, dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M-Plus dan larvasidasi secara serentak dan selektif,” kata Desti Mega, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, baru-baru ini.
Meski kasus dengue mulai mewabah, namun belum ada pasien DBD di daerah ini yang meninggal dunia.
Akan halnya di Kabupaten Peswaran. Data Dinas Kesehatan mencatat, terjadi lonjakan dengue memasuki pertengahan Januari 2024.
“Jika dibandingkan dengan Desember 2023, terjadi peningkatan kasus,” kata Chris Manurung, Kabid Pengendalian dan Pemberantas Penyakit (P2P) Dinkes Pesawaran.
Chris menjelaskan, pada Desember 2023 hanya terjadi 3 kasus dengue di Pesawaran. Namun, per tanggal 18 Januari 2024 kemarin, terjadi 7 kasus.
“Data ini mendasari pasien yang ditawan di sejumlah puskesmas,” jelasnya.
Menariknya, tujuh kasus dengue tersebut terjadi di dua wilayah kecamatan, dari 11 kecamatan yang ada. Masing-masing, 3 kasus di Kecamatan Teluk Pandan, dan 4 kasus di Kecamatan Negeri.
Peningkatan kasus dengue, juga terjadi di Kabupaten Lampung Timur. Hingga memasuko minggi ketiga Januaei 2024, terdapat 45 kasus.
Demikian dijelaskan Syaiful Burhan, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur, Minggu (21/1/2024).
Menurut dia, tingginya kasus DBD saat ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, jelas dia, karena saat ini masuk musim penghujan. “Penyakit infeksi dengue disebabkan virus dengue, ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti,” terangnya.
Maka upaya yang efektif untuk membatasi populasi nyamuk Aedes Aegypti tersebut, kata Syaiful, dengan melaksanakan 3 M plus.
Menurut data Dinas Kesehatan Lampung Timur, semua kecamatan merupakan daerah endemis infeksi dengue. Sedangkan peningkatan kasus hingga dua kali lebih banyakm terdapat di 2 wilayah. Yakni, Way Jepara dan Karya Tani.
Pihak Dinkes telah melakukan upaya preventif untuk mengantisipasi perkembangan kasus ini. Yakni, jelas dia, dengan melakukan sosialisasi pencegahan DBD kepada masyarakat, disamping menggerakkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.
Data lain yang diperoleh, di Kabupaten Pringsewu terjadi 2 kasus dengue. Satu di antaranya, meninggal dunia meski dari hasil pemeriksaan medis masih suspek. Kemudian, di Kabupaten Tanggamus 6 kasus, Mesuji 8 kasus, serta Lampung Barat 7 kasus.
Kasus 2023
Pada tahun 2023 kemarin, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat, Kabupaten Lampung Timur tercatat memegang rekor tertinggi kasus dengue. Yakni, sebanyak 344 kasus. Disusul kemudian, Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 293 kasus, dari 2.169 kasus yang terjadi di seluruh wilayah Lampung.
“Urutan ketiga dan seterusnya, adalah Lampung Tengah sebanyak 290 kasus, Kota Bandarlampung 199 kasus, dan Pesisir Barat 163 kasus,” kata Edwin Rusli, Kepala Dinas Kesehatan Lampung, belum lama ini.(*)








