Bandarlampung – Api membumbung tinggi, serta suara dentuman keras mewarnai kebakaran gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) solar, di Jalan Tirtayasa, Kelurahan Campang Jaya, Sukabumi, Bandarlampung, sekitar pukul 23.00 Wib, Selasa (27/2/2024) .
Peristiwa yang terjadi menjelang tengah malam itu, membuat terkejut warga sekitar. Mereka khawatir jilatan lidah api merembet hingga ke permukiman penduduk.
Tak ayal, warga beramai-ramai menyaksikan peristiwa tersebut.
Pantauan lapangan, Rabu (28/2/2024) siang, sejumlah petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung mendatangi lokasi kebakaran untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Tim Inafis Polresta (Bandarlampung) sudah mengecek lokasi. Saat ini petugas sedang meminta keterangan warga sekitar untuk penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dennis Arya Putra, Rabu (28/2/2024).
Di lokasi, terlihat banyak kerangka besi. Diduga, itu merupakan kerangka tandon air yang digunakan untuk menampung solar.
Ada pula, empat unit kendaraan yang hangus terbakar. Satu unit mobil colt diesel modifikasi, serta tiga mobil box, juga telah dimodifikasi.
Kebakaran gudang BBM solar semalam, memang sempat membuat geger masyarakat sekitar.
Malam itu juga, kejadian ini muncul di media sosial tiktok. Tak hanya satu laman saja, tapi video itu muncul di sejumlah laman.
Beberapa warga yang dikonfirmasi, mengaku terkejut saat mendewngar suara ledakan yang muncul beberapa saat setelah api membumbung tinggi.
“Suara ledakan muncul dari dalam gudang,” kata Wendi, warga setempat.
Dia mengaku, menyaksikan kobaran api dari kejauhan hingga sekitar pukul 01.00 Wib, Rabu (28/2/2024). “Semburan asap hitam mengepul hingga beberapa ratus meter ke udara” ungkapnya.
Wendi juga melihat petugas pemadam kebakaran berikut beberapa unit mobil pemadam berada di lokasi itu.
Petugas berlarian mengusung slang air, untuk disemprotkan ke sejumlah titik mata api.
Usai kejadian, sejumlah media massa lokal banyak yang menyebutkan bila gudang penyimpanan solar tersebut merupakan tempat penyimpanan BBM ilegal.
Namun, spekulasi tersebut baru sebatas dugaan. Bahkan, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dennis Arya Putra pun belum menyatakan secara resmi, apakah dugaan tersebut nbenar atau tidak.
Informasi yang diperoleh dari beberapa warga sekitar, menyebutkan bila beberapa unit mobil pick up modifikasi yang hangus terbakar di halaman gudang tersebut, setiap hari terlihat keluar masuk gudang.
“Setiap dini hari ada mobil truk yang masuk dan keluar gudang,” kata salah seorang warga.
Namun, tentang apa aktivitas mobil yang keluar dan masuk gudang tersebut, warga tadi tidak mengetahui secara pasti.
Namun, warga mengakui jika keberadaan gudang, termasuk segala aktivitas kendaraannya di lokasi ini, sudah cukup lama berlangsung.
“Ya, gudang itu sudah lama di sini (Campang Jaya). Sudah tahunan,” kata warga tersebut.
Sebab, kata dia, dulunya bangunan itu merupakan gudang milik salah satu perusahaan. “Setahu saya, gudang itu sering ada mobil keluar masuk. Habis itu, pintu gerbang tutup,” ujarnya.
Pertamina
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendukung proses investigasi pihak kepolisian, terkait insiden kebakaran gudang BBM di Campang Raya bandarlampung.
“Kami pastikan tidak ada hubungan dengan gudang BBM itu. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengisian berulang dan menimbun BBM karena bahan berbahaya yang mudah terbakar,” kata Area Manager Communication, Relation and CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, Rabu (28/2/2024).
Menurutnya, Pertamina akan terus mengawal ketat penyaluran dan penjualan BBM subsidi agar tepat sasaran. Pihaknya juga dengan tegas menginstruksikan seluruh lembaga penyalur dapat menyalurkan sesuai regulasi yang berlaku.(*)








