Kadinkes Mesuji Diduga Lindungi ASN yang Terlibat Skandal Perselingkuhan

Mesuji – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mesuji, Kusnandarsah, diduga menghindari wartawan dan LSM yang datang untuk meminta klarifikasi terkait skandal perselingkuhan yang menyeret dua oknum ASN di lingkungan Dinkes serta seorang PLT Kepala Puskesmas (Kapus) Margo Jadi. Dugaan ini memunculkan spekulasi bahwa Kadinkes tengah melindungi bawahannya yang terlibat dalam kasus yang mencoreng nama baik institusi.

Kabar ini mencuat setelah awak media dan perwakilan LSM LPAKN.RI-PROJAMIN mendatangi Kantor Dinkes Mesuji pada Senin, 3 Maret 2025. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengonfirmasi informasi bahwa dua ASN Dinkes dan PLT Kapus Margo Jadi diduga menginap berduaan di Hotel BBC, Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada 22 Januari 2025.

Namun, upaya untuk bertemu langsung dengan Kusnandarsah menemui jalan buntu. Sejak tiba di kantor Dinkes pukul 07.30 WIB, awak media hanya menemukan suasana kantor yang masih sepi. Sekitar pukul 08.10 WIB, sejumlah staf mulai berdatangan, tetapi Kadinkes tak kunjung terlihat. Hingga pukul 09.20 WIB, setelah mengisi buku tamu, rombongan kembali mendapatkan jawaban normatif dari staf penerima tamu:

“Pak Kadis sedang sibuk.”

Tak lama, seorang staf keluar dan menyampaikan bahwa Kusnandarsah tak bisa diganggu. Sebagai gantinya, awak media diarahkan untuk menemui Sekretaris Dinkes, Suyono. Namun, bukannya mendapatkan klarifikasi tegas, mereka justru menerima jawaban mengambang.

“Nanti Kadis yang akan merespons,” ujar Suyono singkat.

Ada Apa di Balik Sikap Bungkam Ini?

Sikap menghindar Kusnandarsah memunculkan spekulasi bahwa ia tengah berupaya membackup bawahannya yang terseret dalam skandal ini. Jika dugaan tersebut tidak benar, mengapa ia tak segera tampil ke publik dan memberikan klarifikasi?

Dugaan perlindungan terhadap ASN yang terlibat skandal ini semakin menguat seiring dengan sikap Dinkes yang seolah berusaha menutup-nutupi kasus. Padahal, sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik, Dinas Kesehatan seharusnya menjaga moralitas dan integritas jajarannya, bukan justru membiarkan dugaan pelanggaran etik ini berlalu tanpa sanksi.

Publik Mesuji kini menuntut transparansi dan akuntabilitas. Jika benar Kadinkes melindungi bawahannya yang diduga berselingkuh, maka ini bukan sekadar skandal personal, melainkan cerminan buruk kepemimpinan dan moralitas pejabat publik di lingkungan Dinkes Mesuji.

Akankah Kusnandarsah terus bungkam? Ataukah ia akan berani bertanggung jawab dan membuka fakta yang sebenarnya? Masyarakat menunggu jawaban. (Team)

Pos terkait