Diduga Ada Permainan Agen, Harga Elpiji 3 Kg di Lampung Utara Tembus Rp50 Ribu

Lampung Utara – Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Lampung Utara, khususnya di Kecamatan Bukit Kemuning, kian meresahkan masyarakat. Harga di tingkat pengecer pun melambung tinggi, berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.

Pemerintah daerah bersama Pertamina sebenarnya telah menambah kuota pasokan guna mengatasi permasalahan ini. Namun, upaya tersebut diduga belum menjadi solusi efektif, bahkan muncul indikasi permainan oleh oknum agen yang ingin meraup keuntungan lebih besar.

Hal itu terungkap setelah awak media melakukan penelusuran di Kecamatan Bukit Kemuning dan sekitarnya. Berdasarkan temuan di lapangan, salah satu agen elpiji, PT Rizky Eka Windu, diduga melakukan pengesuban—yakni menyalurkan gas elpiji subsidi ke pengecer dalam jumlah besar.

Saat dikonfirmasi, salah seorang sopir agen tersebut enggan memberikan keterangan lebih jauh. “Langsung konfirmasi ke bos saja, Bang, saya hanya pekerja. Kami masih banyak tempat yang harus diantar,” ujarnya sembari tergesa-gesa menaikkan gas kosong ke mobil truk milik perusahaan, Jumat (14/03/25).

Ketika ditanya lebih lanjut soal kios yang menerima distribusi gas, sopir itu mengklaim bahwa tempat tersebut adalah pangkalan resmi. Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan keterangan warga sekitar.

“Kalau pangkalan resmi saya kurang tahu, Bang, soalnya tidak ada papan merek pengenal. Tapi setahu kami, kios itu sering dikirim langsung dari agen Rizky di Bukit Kemuning,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga juga mengaku enggan bersuara lebih jauh soal harga di pengecer. “Saya takut ngomong, Bang. Tapi mungkin Abang sudah tahu sendiri, rata-rata harga di pengecer berapa,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Rizky Eka Windu serta dinas terkait dan Pertamina Patra Niaga masih belum memberikan konfirmasi terkait dugaan ini. (Red)

Pos terkait