Turun Tajam 8,8 Persen, Way Kanan Jadi Contoh Daerah Bebas Stunting di Lampung

Way Kanan – Ketika banyak daerah masih berjibaku menurunkan angka stunting, Kabupaten Way Kanan justru melaju di jalur cepat. Dalam dua tahun terakhir, wilayah yang dikenal sebagai Bumi Ramik Ragom ini berhasil mencatatkan penurunan prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Lampung: dari 22,7 persen menjadi hanya 13,9 persen.

Prestasi itu tak datang tiba-tiba. Ia adalah buah dari kerja lintas sektor yang sabar, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam ajang Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting se-Provinsi Lampung yang digelar 3–4 Juli 2025 secara hybrid, Pemerintah Kabupaten Way Kanan meraih peringkat kedua serta mendapat Predikat Utama SIGER STUNTING (Sinergitas Gerakan Cegah Stunting).

Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Dr. Arie Anthony Thamrin, yang hadir mewakili Bupati dalam kegiatan tersebut menyebutkan bahwa capaian ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi dan komitmen semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat di akar rumput.

“Prestasi ini tentu membanggakan, tapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan kita belum selesai. Stunting itu soal multidimensi. Maka harus kita hadapi bersama, secara holistik dan kolaboratif,” ujar Arie, Sabtu (05/07/25).

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Way Kanan berkomitmen penuh terhadap program Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S), demi membentuk generasi unggul yang sehat dan cerdas, menuju Way Kanan yang Mandiri dan Sejahtera.

Lebih dari sekadar angka dan piagam, keberhasilan Way Kanan kini dilirik sebagai contoh praktik baik. Pemerintah Provinsi bahkan menyebut kabupaten ini sebagai role model percepatan penurunan stunting yang patut diapresiasi secara nasional.

“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan bahan bakar untuk melaju lebih cepat lagi,” tutup Arie.

Sebagaimana anak-anak yang tumbuh sehat berkat gizi cukup, kerja keras yang konsisten dan sinergi yang tak putus akan terus menumbuhkan harapan bahwa Way Kanan bisa benar-benar bebas dari stunting, bukan hanya di atas kertas, tapi juga di setiap rumah tangga warganya. (Rls)

Pos terkait