PKN Ke-19 Digelar di Lampung, Ketua PB PMII dan Wagub Lampung Tegaskan Komitmen Kader untuk Rakyat

Bandar Lampung— Acara Pelatihan Kader Nasional (PKN) ke-19 Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) resmi digelar di Aula BPMP Provinsi Lampung, Kegiatan ini dibuka oleh wakil gubernur Lampung Jihan Nurlela sekaligus menegaskan pesan kuat yang menekankan pentingnya komitmen ideologis, keberpihakan, serta kedisiplinan intelektual dan moral bagi kader-kader PMII. Kamis ( 7/8/2025)

Ketua PB PMII M. Shofiyulloh Cokro dalam sambutannya menegaskan bahwa PMII bukan sekadar ruang kaderisasi, melainkan juga menjadi salah satu alat dan jalan spiritual (thariqah) untuk memahami serta mengilhamkan ilmu yang diberikan Allah kepada manusia. Menurutnya, PMII memiliki prinsip agar setiap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara adil, moderat, tawazun, dan seimbang, dengan tetap memelihara nalar keberpihakan kepada rakyat.

“Mau jadi apapun kita nanti Gubernur, DPR, Menteri, atau profesor, kita tetap kader PMII yang berpihak. Sejak berdiri 65 tahun lalu, keberpihakan kita tidak pernah berubah, tegak lurus bersama rakyat dan cita-cita kemerdekaan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang juga merupakan bagian dari kader PMII menyampaikan kebanggaannya dapat menyaksikan kaderisasi tingkat nasional digelar di daerahnya. Ia mengaku melihat langsung perjalanan panjang kader PMII dari bawah hingga menempati ruang-ruang strategis di masyarakat.
“Kepemimpinan kita terus ditempa dalam ritme berorganisasi. PMII selalu hadir di tengah masyarakat, menjawab realitas dan tantangan zaman. Saya menyaksikan bagaimana kader PMII selalu beradaptasi tanpa kehilangan arah perjuangan,” ungkap Jihan.

Ia juga menegaskan dua karakter fundamental yang harus dimiliki oleh setiap kader PMII, yaitu disiplin intelektualisme dan disiplin moral. Menurutnya, disiplin intelektual adalah fondasi penting agar kader mampu hadir dengan ide-ide solutif, bukan destruktif.
“PMII bukan organisasi yang sekadar mengganggu tatanan, tetapi mengawal kehidupan masyarakat dengan solusi dan gagasan cerdas,” tegasnya. ( Msr)

Pos terkait