PMII Raden Intan Deklarasikan Rayon Persiapan Al-Farabi sebagai Garda Baru Pergerakan di Fakultas Psikologi

Bandar Lampung — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Intan Lampung resmi menambah kekuatan organisasinya dengan mendeklarasikan Rayon Persiapan Al-Farabi di Fakultas Psikologi UIN Raden Intan Lampung, Jumat (8/8/2025).

Rayon yang dipimpin Fitri Aulya sebagai Ketua Rayon dan Destia sebagai Ketua Korps PMII Putri (Kopri) ini lahir sebagai respons atas dinamika baru di lingkungan kampus, sekaligus buah perjuangan kader PMII dari Rayon Ushuluddin dan Rayon Dakwah.

Deklarasi dilaksanakan pada halaman Fakultas Psikologi, dengan pembukaan, pembacaan puisi, orasi, pembacaan teks deklarasi dan Surat Keputusan (SK), penandatanganan kain deklarasi oleh seluruh kader PMII se-Kom Raden Intan Lampung, serta pemberian bunga tangkai. SK bernomor 718.PC.XXXVVII.U-05.01-024.A-I.08.2025 dibacakan langsung oleh Ketua Komisariat Raden Intan, Hanip Nur Alam.

Hanip menegaskan bahwa berdirinya Rayon Persiapan Al-Farabi bukan sekadar formalitas administratif.
“Ini adalah amanat perjuangan sahabat-sahabat dari Rayon Ushuluddin dan Rayon Dakwah untuk melahirkan wadah baru yang relevan dengan Fakultas Psikologi. Ini tonggak sejarah,” ujarnya.

Pembentukan rayon ini tak lepas dari restrukturisasi akademik di UIN Raden Intan Lampung yang memisahkan tiga program studi , (Bimbingan Konseling Islam, Psikologi Islam, dan Tasawuf Psikologi ) dari dua fakultas sebelumnya untuk kemudian disatukan di fakultas baru. Kondisi ini melahirkan kebutuhan akan representasi organisasi mahasiswa yang solid di lingkungan fakultas Psikologi.

Dalam pidatonya, Fitri Aulya menegaskan komitmen pergerakan yang akan dibawa rayon ini.
“Rayon ini harus menjadi garda terdepan bagi mereka yang terpinggirkan. Kita akan tajam dalam berpikir, lantang bersuara, dan berani melawan penindasan,” tegasnya disambut tepuk tangan kader.

Ia juga menegaskan bahwa langkah Rayon Al-Farabi akan berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), dan paradigma PMII.
“Meski lahir dari pecahan dua rayon, kita tetap satu tubuh, satu napas perjuangan,” tutupnya.

Pos terkait