Aneh Bin Ajaib, Gudang PT Asahan Energi Mandiri Belum Selesai Tapi Sudah Beroperasi

Lampung Utara – Aneh bin ajaib, gudang agen gas elpiji milik PT Asahan Energi Mandiri di Kelurahan Sribasuki, Lampung Utara, belum rampung dibangun namun aktivitas operasional sudah berjalan sekitar satu bulan terakhir.

Dari hasil penelusuran wartawan di lapangan, perusahaan tersebut diduga belum pernah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan maupun meminta persetujuan warga sekitar.

Kasie Pemerintahan Kelurahan Sribasuki, Eddison, membenarkan hal itu saat ditemui di kantornya.

“Kalau agen yang abang maksud memang ada di ujung jalan ini. Sampai sekarang belum ada koordinasi ataupun izin ke pihak kelurahan. Untuk lebih jelas, saya coba hubungi Ketua RT 04 LK 05,” ujar Eddison.

Ketua RT 04 LK 05, Jojon Albiadi, yang dihubungi Eddison menegaskan belum pernah menerima laporan maupun permohonan izin dari perusahaan.

“Sampai saat ini belum ada dari PT Asahan Energi Mandiri yang melapor atau meminta surat dari saya. Apalagi surat pernyataan warga, itu belum ada. Tapi memang agen gas elpiji tersebut sudah beroperasi sekitar satu bulan,” ungkap Jojon.

Sementara itu, salah seorang warga Sribasuki mengaku keberadaan agen gas elpiji tersebut tidak membawa manfaat signifikan bagi masyarakat.

“Kadang kami masih kesulitan membeli gas 3 kilogram dan harganya bisa sampai Rp25 ribu per tabung. Jadi ada agen atau tidak, sama saja,” keluh warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait yang berwenang dalam pengawasan distribusi gas elpiji 3 kilogram belum mengambil langkah tegas atas aktivitas PT Asahan Energi Mandiri. Wartawan Haluanlampung.com juga telah berulang kali mencoba mengonfirmasi pihak perusahaan, namun tidak pernah mendapat jawaban. (Red)

Pos terkait