Tulang Bawang — Dugaan kolusi dalam proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Guru Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Tulang Bawang menjadi sorotan publik. Proyek senilai Rp125 juta yang bersumber dari APBD 2025 itu dinilai memunculkan sejumlah indikasi ketidakwajaran dalam proses pengadaannya.
Berdasarkan data yang beredar, proyek tersebut tercatat dalam sub kegiatan 1.01.04.2.01.0002 dengan kode rekening 5.1.02.02.01.0039 dan dilaksanakan oleh PT Pojok Jaya Abadi.
Sorotan publik mengarah pada proses administrasi pengadaan yang diduga telah mengarah kepada penyedia tertentu sejak tahap awal. Salah satu poin yang dipertanyakan yakni munculnya dokumen kesediaan penyedia sebelum seluruh tahapan pengadaan dinyatakan lengkap.
Kondisi itu memicu pertanyaan terkait transparansi, independensi, dan kesesuaian prosedur dalam penunjukan pelaksana proyek.
Selain itu, proyek yang dikemas dalam bentuk satu paket pekerjaan berupa pembuatan video peningkatan mutu pendidikan guru juga dinilai minim indikator output yang terukur.
Sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas kegiatan tersebut, terlebih dengan durasi pengerjaan yang hanya ditetapkan selama 15 hari kalender.
“Publik tentu berharap hasil yang benar-benar bermanfaat. Dengan waktu yang terbatas, kualitas menjadi hal yang patut dipertanyakan,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber lain bahkan menyebut adanya dugaan pola pengondisian dalam proses penentuan pelaksana proyek.
“Ada dugaan arah pelaksana sudah terbentuk sejak awal, sementara proses berikutnya hanya bersifat administratif,” ungkapnya.
Apabila dugaan tersebut terbukti, praktik itu dinilai berpotensi melanggar prinsip transparansi, akuntabilitas, serta persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Publik kini mendesak Inspektorat Kabupaten Tulang Bawang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut. Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta menelusuri kemungkinan adanya penyimpangan penggunaan anggaran.
Masyarakat berharap anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan tidak menimbulkan polemik dalam pelaksanaannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang maupun PT Pojok Jaya Abadi terkait dugaan yang berkembang.
Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan jurnalistik. (Ag)








