LAMPUNG UTARA — DPC Laskar Lampung Indonesia (LLI) Kabupaten Lampung Utara menyoroti dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi irigasi Way Rarem yang dikerjakan PT Jaya Etika Teknik.
Ketua DPC LLI Lampung Utara Adi Candra mengatakan pihaknya turun ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan tersebut.
“Kita DPC Laskar Lampung Indonesia mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait informasi tersebut. Kita langsung ke lokasi dan selain informasi itu, kita juga menemukan hal yang menurut kami masih minim pengawasan dari pihak-pihak terkait,” ujar Adi.
Menurut Adi, saat berada di lokasi pihaknya sempat meminta penjelasan kepada seseorang yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan.
Namun, keterangan yang diperoleh LLI tersebut belum cukup untuk memastikan jenis BBM yang digunakan, sumber pembelian maupun apakah penggunaannya melanggar ketentuan.
Adi meminta aparat dan instansi berwenang melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan BBM dalam proyek tersebut agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi.
Ia menilai proyek dengan nilai pekerjaan yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah semestinya memiliki pengawasan yang ketat, termasuk terhadap penggunaan bahan bakar untuk kendaraan maupun alat berat.
“Kita mendesak Polda Lampung agar bisa turun tangan menelusuri hal tersebut dan mengungkap siapa saja yang terlibat apabila memang ditemukan adanya penyalahgunaan barang bersubsidi,” tegasnya.
Adi juga menyinggung kelangkaan BBM bersubsidi yang menurutnya kerap dikeluhkan masyarakat dan pengemudi angkutan.
Namun, belum terdapat bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara dugaan penggunaan BBM dalam proyek tersebut dengan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU.
Karena itu, LLI meminta pemeriksaan dilakukan berdasarkan bukti, mulai dari dokumen pembelian BBM, jenis bahan bakar yang digunakan, volume penggunaan hingga sumber pasokannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari PT Jaya Etika Teknik terkait dugaan penggunaan BBM bersubsidi tersebut.








