Men-Delete Lampung Elephant Park

Taman Gajah Lampung atau Lampung Elephant Park/NET

BANDAR LAMPUNG – Sebenrtar lagi Taman Gajah Lampung (Lampung Elephant Park) yang menjadi warisan Gubernur Ridho Ficardo bakal menjadi kenangan bersama dengan GOR Saburai yang dulu pernah menjadi pusat berbagai kegiatan di Kota Bandar Lampung.

Dua lokasi yang berdekatan itu dipastikan ter-delete oleh pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie yang megah.

Bacaan Lainnya

Belum ada keterangan apakah deretan pedagang kuliner yang berada di sepanjang dua jalan yang mengapit lokasi pembangunan masjid harus hengkang.

Pada Minggu (29/1/23) malam, lokasi itu masih terlihat ramai. Aroma dari penggorengan pedagang nasi goreng masih menyengat menusuk hidung para pengunjung.

Setahun lalu, rencana pembangunan Masjid Raya ini sempat berpolemik, bahkan menjadi isu politik untuk ‘membunuh’ legacy Ridho Ficardo.

Setahun lalu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Hanifal mengatakan belum ada koordinasi antara pemerintah dengan DPRD terkait pembangunan masjid tersebut.

“Belum dibicarakan di tingkat DPRD. Kalau statusnya dihibahkan ke pihak ketiga dalam hal ini Aburizal, maka harus ada persetujuan DPRD dahulu,” ingat Hanifal di ruang Fraksi Demokrat DPRD Lampung, Senin (17/1/2022).

Ia menyatakan, pihak Pemprov Lampung harus duduk bareng dengan DPRD untuk membicarakan pembuatan nama dan status masjid ini apakah milik pemprov atau seperti apa nantinya.

“Termasuk apakah masjid ini akan dibangun menggunakan APBD atau menggunakan anggaran pihak ketiga,” ujar Hanifal.

Menurut dia, tidak sepantasnya pemerintah provinsi merubah Taman Gajah dan GOR Saburai menjadi Masjid Agung Aburizal Bakrie karena lahan tersebut tujuannya untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Selain itu, lahannya pun kurang mendukung karena terbatas sehingga dikhawatirkan memiliki dampak negatif, misalnya menimbulkan kemacetan baru di tengah kota.

“Fraksi Demokrat mendukung wacana pembangunan masjid itu. Tapi lebih baik dicarikan tempat lebih luas minimal satu hektare di lokasi lain semisal Kotabaru,” saran dia.

Terpisah, Sekprov Lampung Fahrizal Darminto menjelaskan Aburizal Bakrie sudah lama memiliki rencana untuk memberikan masjid ke masyarakat Lampung melalui dana hibah.

Ia mengatakan rencana pembangunan masjid agung ini sudah cukup lama menjadi bahasan.

Soal anggaran pembangunan masjid, ia menegaskan tidak menggunakan APBD. Namun dengan dana hibah yang diberikan dari Aburizal Bakrie ke Pemprov Lampung.(*/IWA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan