SUKADANA – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Lampung Timur memutuskan walkout dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Way Jepara, pada Senin (13/2/2023).
Sikap tegas sejumlah kades yang viral lewat video berdurasi 37 detik itu, karena menganggap agenda tahunan pemerintah daerah hanya sekadar formalitas belaka.
Padahal, Musrenbang ini dihadiri langsung Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, Ketua TP PKK Yusbariah Dawam Rahardjo, para asisten dan kepala dinas, hingga 2 anggota DPRD dapil 3, Topik Gani dan Zakwan, beserta Forkopimcam.
Sejumlah kades yang terlihat memutuskan walkout di antaranya, adalah Kades Sumberejo, Braja Asri, Braja Fajar, Braja Dewa, Labuhan Ratu Danau, Sumur Bandung, Sri Rejosari, dan Kades Sriwangi.
Saat dikonfirmasi, kepala Desa Braja Asri, Darusman, menyebut, pemerintah harusnya lebih memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat setempat dalam perencanaan pembangunan.
“Kami kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, yang seolah-olah menganak tirikan kami dalam pelaksanaan pembangunan. Desa kami tidak mendapatkan program pembangunan, padahal sudah beberapa kali mengajukan,” ungkap dia, Senin (13/2/2023).
Menurutnya, yang mendapatkan program pembangunan hanya desa yang dekat dengan kekuasaan, sehingga selalu mendapatkan program infrastruktur pembangunan.
“Maksudnya apa pemerintah daerah ini, belum lagi masalah gaji, seumur-umur belum pernah gaji menunggak sampai berbulan-bulan seperti ini,” jelas dia.
Ia dan sejumlah kepala desa yang ada, berharap Pemkab Lamtim bisa berlaku adil.
“Jangan karena kedekatan atau karena dukung mendukung lalu menjadi tidak adil dalam memerintah, sehingga berdampak pada suatu kebijakan,” kata dia.
Darusman menjelaskan, kepala desa memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ini juga menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, dan untuk lebih membuka diri dan bekerjasama dengan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
“Dengan begitu, pembangunan yang dilakukan akan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan dapat membantu mengatasi masalah sosial dan ekonomi yang ada,” sebut dia.
Sementara, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, menyayangkan aksi walkout sejumlah kades.
“Biar nanti kami evaluasi, maksudnya apa bertindak seperti itu,” jelas dia.(*/AWPI)








