Penulis : Khoirunnisa (Mahasiswi) dan Bainah Sari Dewi (Dosen Kehutanan)
Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
Hutan dan bumi adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, layaknya seperti sepasang kekasih yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Mengapa bisa disebut demikian? Karena bumi dijadikan tempat hutan untuk melakukan segala aktifitasnya yang juga berpengaruh bagi manusia, hewan dan tumbuhan.
Sedangkan hutan menjadikan bumi menjadi memukau karena keindahan alamnya dan kealamianya, Hutan di bumi ini memang banyak jenisnya, tetapi hutan yang paling terkenal adalah hutan yang berada di Indonesia.
Banyak manusia yang suka meremehkan tentang hutan. Mereka mengira hutan hanya tempat semak belukar yang mengerikan tetapi nyatanya hutan adalah hal yang sangat indah dan berguna bagi semua kehidupan baik kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.
Didalam hutan banyak sekali ragam hewan yang biasa ditemukan atau bahkan belum pernah ditemukan dan diberi nama. Tumbuhan pun berbagai macam.
Tetapi pernahkah kita terpikirkan bagaimanakah rasanya jika hidup tanpa kekasih bumi ini sedangkan kata pepatah mengatakan bahwa hutan adalah paru paru dunia yang berarti salah satu sesuatu yang harus ada agar menjadi sempurna.
Persepsi tentang pentingnya hutan sudah banyak kita dengar. Selain sebagai paru paru dunia hutan memiliki peran dalam menjaga ketersediaan air, sumber makanan dan tempat perlindungan berbagai ancaman bencana alam dan binatang buas, sebagai tempat menghasilkan hasil hutan berupa kayu ataupun non kayu, sebagai tempat untuk melakukan penelitian dan lain lain yang merupakan suatu hal yang memang benar dan sangat penting sebagai peran hutan.
Ini merupakan suatu alasan mengapa kita harus melestarikan hutan. Tentu salah satunya adalah untuk memenuhi ketersediaan air di bumi.
Pentingnya hutan dalam menjaga ketersediaan air di bumi inilah yang harus kita pikirkan baik baik. Air yang ada di dalam tanah tentu telah terjadi suatu proses yang menyebabkan air bisa tertampung didalam tanah hutan.
Salah satu nya juga peranan flora terutama pohon didalam hutan yang menyebabkan air bisa tersimpan didalam tanah. Flora yang cukup banyak akan membuat tanah juga tidak mudah kekeringan dan jika flora tidak mencukupi dikarenakan penggundulan hutan atau deforestasi tentunya akan memberikan dampak seperti banjir.
Fenomena yang akhir akhir ini terkait dengan eksistensi sumberdaya air adalah penurunan ketersediaan air. Disatu sisi ketersediaan air semakin menurun sementara kebutuhan air semakin terus meningkat.
Ketersediaan air merupakan salah satu aspek kehidupan yang harus kita jaga bersama. Hal ini dikarenakan air adalah salah satu aspek terpenting yang menunjang kelangsungan hidup kita sebagai manusia. Ketersediaan air dapat kita lestarikan dengan menjaga kelestarian hutan sebagai salah satu penyangga mata air.
Dengan menjaga kelestarian hutan, maka ketersediaan air sungai dapat terjaga kelangsungannya. Selain itu, dalam menjaga ketersediaan air, kita juga harus memanfaatkan air dengan bijak.
Artinya, kita harus memanfaatkan air sesuai dengan kebutuhan kita dan tidak boros dalam penggunaan air untuk keperluan yang tidak penting. Ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia.
Kerusakan hutan yang terjadi memberikan akibat yang nyata bagi kehidupan manusia. Sekarang banyak manusia yang merasakan betapa pentingnya menjaga dan memelihara hutan karena begitu banyak bencana yang terjadi akibat kelalaian dan keserakahan manusia yang semena-mena tanpa memikirkan dampak dan akibatnya. Oleh karena itu, mari selamatkan bumi kita secara bersama sama dengan menjaga inti dari segala aspek yaitu hutan.








