Bandar Lampung – Dua orang asal Lampung dilaporkan turut menjadi korban keganasan Mbah Slamet, seorang dukun pengganda uang asal Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Dua orang itu Irsad dan istrinya, Wahyu Triningsih, warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran.
Keluarga korban pasutri, Desi mengaku telah mendapatkan informasi terkait penemuan 12 mayat korban pembunuhan Mbah Slamet. Dari pengakuan tersangka, dari 12 korban terdapat korban atas nama Irsad dan istrinya Wahyu Triningsih.
“Jika benar nama itu, maka korban pasutri ini adalah keluarga kami. Mereka meninggalkan dua orang anak yang masih duduk di bangku SMP,” kata Desi.
Desi mengaku sudah mencari informasi terkait kepergian keluarganya. Dia menemukan nama Mbah Slamet di nomor ponsel anak Irsad. Ia pun melakukan penelusuran melalui aplikasi pelacak nomor tertera nama Mbah Slamet, Penipu Banjar, dan lainnya.
Sejak peristiwa itu terungkap pasangan suami istri itu tak kunjung pulang, bahkan alat komunikasi sudah tidak bisa dihubungi.
“Keluarga ini masih bingung untuk memastikan apakah benar pasangan suami istri yang menjadi korban adalah keluarga kami atau bukan, sebab kami saat ini berada di Lampung,” ujar Desi.

Zahwani Pandra Arsyad
Mengenai hal ini C mengatakan, pihaknya akan membantu untuk penyelidikan korban asal Lampung.
“Kami akan menyelidiki masalah ini. Kita coba telusuri dan akan berkordinasi dengan pihak Direskrimum Polda Lampung untuk mengecek korban,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad,pada Rabu (5/4/2023).
Diketahui, pada Selasa (4/4/2023) sore, polisi kembali menemukan dua mayat korban pembunuhan dukun pengganda uang Tohari (45) alias Mbah Slamet.
Dua mayat tersebut ditemukan di tempat yang sama dengan sebelumnya, yaitu di kebun milik tersangka di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Korban Terakhir Teridentifikasi Asal Sukabumi
POLDA Jawa Tengah menemukan 12 korban keganasan dukun pengganda uang Mbah Slamet. Semua korban ditemukan terkubur di kebun hingga jalan setapak menuju hutan.
Kepolisian setempat masih bekerja keras mengungkap identitas korban.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan satu korban sudah teridentifikasi bernama Paryanto asal Sukabumi, Jawa Barat. Dia diduga korban terakhir Mbah Slamet sebelum aksinya terbongkar polisi.
Adapun para korban lain meski belum diketahui identitasnya. Luthfi mengatakan baru bisa dilacak dugaan daerah asalnya saja yakni dari Gunungkidul, Tasikmalaya (Jawa Barat), hingga Jakarta.
Ia mengatakan 9 dari 12 korban dikubur di 5 lubang berbeda dengan isi satu sampai dua mayat yang disembunyikan tersangka.
“Di 5 liang berbeda. Isinya dua mayat dua mayat, terus sisanya satu satu,” ujar Luthfi dalam konferensi pers, Rabu (5/4).
“Dari 9 [mayat belum teridentifikasi] itu 6 laki-laki dan 3 perempuan, yang rata-rata umur 40 dan 50 [tahun], dan 3 perempuan umur 25 dan 35 [tahun],” imbuhnya.
Dari hasil analisa yang didapat pihak kepolisian, Luthfi mengatakan pihaknya berhasil mengidentifikasi satu orang korban berjenis kelamin laki-laki dan merupakan warga Gunung Kidul (DIY).
“Satu warga gunung kidul laki-laki dikubur di liang nomor 2,” kata Luthfie.
Selain itu, ada pula dua warga Tasikmalaya laki-laki perempuan dikubur di liang nomor 3. Kemudian 2 warga Jakarta laki perempuan dikubur di liang nomor 4.
“Jadi, satu liang (ada) 2 mayat. Terus ada warga Palembang atas nama Muryati dikubur di liang yang sama di liang nomor 5,” ucapnya.
Terakhir, kata Luthfi, ada dua warga Yogyakarta dikubur di liang nomor 8.
“Jadi rinciannya, dua jenasah dikubur di 5 liang, jadi 5 liang itu dua, dua, dua terus sisanya satu, satu,”
katanya.
Dirinya juga mengimbau masyarakat agar melaporkan apabila ada keluarga yang berasal dari sejumlah wilayah itu yang hilang.
“Yang merasa anggota keluarganya hilang atau belum ditemukan atau belum pulang segera menghubungi Polres Banjarnegara untuk kita lakukan data antemortem,” tuturnya.
“Jadi data sebelum meninggal kita lakukan pengecekan terhadap keluarganya dan sebagainya bahwa benar jenasah itu adalah keluarganya dia sehingga kita bisa tuntas,” kata Luthfi.
Seluruh korban, kata Luthfi, dikubur di TKP yang sama di kebun milik tersangka.
Diduga Korban Diberi Minuman Potasium
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan pihaknya menemukan botol-botol air mineral kemasan di setiap lubang. Selain itu, berdasarkan hasil pengungkapan medis didapati para korban mati lemas tanpa ada unsur kekerasan.
Ia menjelaskan Laboratorium Forensik Polda Jateng masih akan memeriksa kandungan dugaan racun dalam botol minuman tersebut.
“Dugaan sementara pelaku memberi korban minuman yang mengandung potasium, tapi ini masih didalami kandungan racun yang digunakan,” katanya
Terpisah, dari keterangan pers yang diterima, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan ada dua warga Lampung yang menjadi korban pembunuhan Mbah Slamet di Banjarnegara.
Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan dua orang warga Pesawaran turut menjadi korban atas nama Irsad dan istrinya Wahyu Triningsih.
Dia mengatakan Polda Lampung bakal membantu Polda Jawa Tengah untuk melakukan penyelidikan terkait adanya warga Lampung yang menjadi korban penipuan pengganda uang oleh tersangka Mbah Slamet.
“Kami akan membantu untuk penyelidikan korban asal Lampung,” katanya.
Lanjut dia, Polda Lampung berencana akan mengambil sampel DNA terhadap keluarga almarhum.
“Rencananya Tim DVI Biddokes Polda Lampung akan melakukan pengambilan Sampel DNA pada Keluarga kedua almarhum, kami juga telah berkoordinasi dengan Polres Pesawaran dan Pemda
setempat,” kata dia.(zul)








