Bandarlampung – Pembangunan Hotel Yello yang berlokasi di Jalan Pangeran M Noer, Kota Bandarlampung, telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan bagi warga setempat.
Isu utama yang menjadi sorotan adalah terjadinya banjir di rumah-rumah warga seiring dengan datangnya musim hujan.
Salah satu warga, Imam, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak yang ditimbulkan oleh proyek pembangunan hotel tersebut.
Menurut Imam, rumahnya mulai kebanjiran sejak pembangunan hotel Yello dimulai, yang ia duga akibat tertutupnya saluran air.
“Ini mas rumah saya kebanjiran akibat pembangunan hotel ini, aliran air masuk ke rumah saya,” keluh Imam pada Jumat (5/1/2024).
Lebih lanjut, Imam menambahkan bahwa sebelum adanya pembangunan hotel Yello, kejadian banjir seperti ini tidak pernah terjadi.
Ia menduga bahwa pembangunan hotel tersebut telah menyebabkan saluran air di sekitar menjadi tertutup sehingga mengakibatkan genangan air di beberapa rumah warga.
“Kebanjiran ini belum pernah mas terjadi ya semenjak ada pembangunan hotel Yello ini baru kebanjiran,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh warga, Plt Camat Tanjung Karang Pusat, Dedi, menyatakan bahwa pihaknya telah merencanakan pembangunan gorong-gorong baru sebagai solusi untuk masalah saluran air yang terjadi.
“Sudah dikondisikan mas, nanti akan dibangun gorong-gorong untuk mengatasi permasalahan yang terjadi,” ucap Dedi.
Situasi ini menunjukkan dilema yang sering terjadi di banyak daerah, di mana pembangunan infrastruktur berpotensi membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Diharapkan dengan adanya solusi yang cepat dan efektif, masalah yang dialami oleh warga sekitar pembangunan Hotel Yello ini dapat segera terselesaikan.(Alb)








