Bandarlampung – Asrama pondok pesantren Malahayati di Bandarlampung menjadi pusat perhatian setelah kondisinya yang terkesan kumuh dan tak terawat terungkap pada Selasa, 30 Januari 2024.
Lorong-lorong asrama dipenuhi air, sementara burung-burung bertengger meninggalkan kotoran di sepanjang tembok.
Tamu yang berkunjung, Apriansah, mengekspresikan kekecewaannya terhadap kondisi pondok pesantren tersebut.
“Ponpes ini terlihat kumuh dan tak terawat. Bagaimana para santri bisa nyaman menempuh pendidikan di sini jika kondisinya sangat miris? Apakah tidak ada perawatan sama sekali?” ujar Apriansah saat diwawancarai.
Selain kondisi fisik yang memprihatinkan, Apriansah juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap sikap kurang ramah para pengurus pondok pesantren.
“Pengurusnya tidak ramah. Saya datang sebagai wartawan dari media Lampung, tapi disambut dengan kurang baik oleh ustad Marshal, pimpinan pondok,” tambahnya.
Dwi, seorang tamu lainnya, mengungkapkan keserupaan pandang terhadap kondisi ponpes Malahayati.
“Kondisi ponpes sangat memprihatinkan. Apakah pengurus tidak menyadari situasi di sini? Kotor, becek, air menggenang, lantainya mengelupas. Mengapa tidak ada perbaikan?” tanya Dwi.
Dengan keprihatinan terhadap kondisi pondok pesantren, para tamu berharap agar para pengurus segera memberikan perhatian dan tindakan perbaikan.
“Kami berharap ada perbaikan agar para murid yang belajar di sini dapat merasa nyaman dan betah,” pungkas Apriansah.
Keadaan pondok pesantren Malahayati yang seharusnya menjadi tempat pembinaan spiritual dan pendidikan, kini menjadi sorotan kritis masyarakat.
Harapan besar dipasang agar pengurus segera mengambil langkah konkrit untuk memulihkan kondisi yang memprihatinkan ini.(Alb)








