Jembatan Way Seputih ‘sakit parah’. Macet panjang terjadi setiap hari, lantaran badan jembatan ‘ditumbuhi’ lubang menganga, hingga cekungan pada sambungan jembatan. Akankah dibiarkan begini?
Gunungsugih – Mulanya, kerusakan badan jalan jembatan ini hanya ditambal menggunakan lapisan besi agar kendaraan tak terperosok ke dalam sungai.
Kini, kerusakan Jembatan Way Seputih di Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah itu semakin parah. Lubang pada badan jembatan kian banyak, bahkan muncul cekungan pada sambungan jembatan.
Jika menilik dari fungsinya, Jembatan Way Seputih merupakan jalur penghubung tiga wilayah. Yakni, Bandarlampung, Lampung Utara dan Tulangbawang. Hingga kini, kerusakan jembatan belum ada tanda-tanda perbaikan.
Lantas, bagaimana dengan 6 misi ‘Rakyat Lampung Berjaya’ dan 33 janji kerja program prioritas Gubernur Arinal Djunaidi, membangun kekuatan ekonomi berbasis pertanian?
Hal pasti yang saat ini terjadi di Jembatan Way Seputih, adalah kemacetan panjang di jalur tersebut. Pantauan lapangan, Senin (4/2/2024) siang, antrean kendaraan memanjang hingga Simpang Tugu Pepadun.
Kemacetan terjadi dua arah. Baik kendaraan yang datang dari Bandarlampung menuju Kabupaten Lampung Utara maupun Kabupaten Tulangbawang maupun sebaliknya, dari Lampung Utara atau Tulangbawang menuju Bandarlampung.
Sejumlah pengendara, utamanya supir mobil truk colt diesel, mengeluhkan kemacetan panjang tersebut. Mereka membutuhkan waktu hampir satu jam untuk bisa melewati titik utama macet.
“Sering macet, mas. Terutama sejak jembatan ini rusak. Mesti hati-hati melintas, karena sudah banyak lubang di badan jembatan,” kata salah seorang supir truk, Senin (4/2/2024) .
Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya pernah meninjau Jembatan Way Seputih ini. Bahkan, pejabat tersebut mendapati banyak keluhan dari masyarakat.
“Kewenangan untuk memperbaiki jembatan, ada di Balai Besar. Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah sudah mengkoordiansi dengan Balai Besar Provinsi Lampung,” kata Ardito, dalam unggahan instagramnya.
Kecelakaan
Akhir Januari 2024 kemarin, unit truk sarat muatan triplek terguling di Jembatan Way Seputih, Gunung Sugih. Truk terguling ke bagian kiri jembatan, hingga badan mobil menimpa plang jembatan dan patah.
Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan kemacetan panjang, Baik dari arah Bandarlampung menuju Kotabumi dan Tulangbawang, atau sebaliknya. Dikhawatirkan, peristiwa serupa berpotensi terjadi jika jembatan tidak segera diperbaiki.(*)








