PRINGSEWU – Para petani penggarap di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk hingga obat-obat tanaman pertanian.
Selain itu, masalah pengairan juga menjadi kendala tersendiri.
Jito, salah satu petani penggarap di persawahan tadah hujan di wilayah kecamatan setempat mengaku, untuk memperoleh pupuk harus melalui kelompok tani.
“Tidak bisa membeli sendiri. Tapi harus lewat kelompok tani dengan cara berhutang, dan biasanya dibayar dengan gabah hasil panen,” kata dia, Kamis (12/1/2023).
Sedangkan untuk kebutuhan air guna mengaliri sawah, ia melakukan penyedotan air sendiri dari sungai Way Bulok dengan menggunakan alkon.
“Malah kadang-kadang dengan membayar orang,” ujar dia.
Dirinya dan sesama petani penggarap lainnya melakukan cocok tanam padi dengan sistem bagi hasil antara penggarap dengan pemilik sawah, dimana untuk keperluan baik bibit tanaman padi, pupuk, obat-obatan pertanian hingga air menjadi tanggung jawab pihak penggarap.
Jito dan para petani penggarap lainnya berharap, pemerintah daerah memberikan kemudahan bagi petani penggarap kecil untuk memperoleh pupuk maupun obat-obat pertanian dan lain sebagainya. Terlebih bagi para petani penggarap seperti dirinya yang tidak memiliki lahan sawah sendiri.(*/HER)








