WAY KANAN – Dalam upaya mendukung dan mengintervensi penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kabupaten Way Kanan, dibutuhkan langkah-langkah kegiatan prioritas dan pendukung.
Salah satunya, melaksanakan pelatihan guru konseling tingkat sekolah dasar sebagai program deteksi dini pencegahan tindakan bullying di sekolah dan pembentukan sekolah Restorative Justice bekerjasama dengan aparat penegak hukum di Kabupaten Way Kanan.
Kepala Dinas Pendidikan Way Kanan, Machiavelli HT, menyebut, saat ini capaian IKM di Way Kanan ada 14 PAUD, 1 SKB, 2 PKBM, 87 SD, dan 18 SMP yang terdiri dari 33 Sekolah Penggerak, 55 Sekolah Mandiri Belajar, 32 Sekolah Mandiri Berubah dan 5 Sekolah Mandiri Berbagi.
“Jadi kita harus benar dalam menyusun langkah dalam upaya mendukung dan mengintervensi penerapan IKM di Kabupaten Way Kanan yang diklasifikasikan melalui kegiatan prioritas dan kegiatan pendukung,” jelas dia, saat menjadi narasumber pada rapat koordinasi dan perencanaan IKM BBGP/BGP dari 33 provinsi, Minggu (19/2/2023) kemarin.
Dengan diselenggarakannya pelatihan guru konseling tingkat sekolah dasar dan pembentukan sekolah Restorative Justice, sambung dia, maka akan mampu menjadikan perlindungan bagi peserta didik.
Sementara, Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikbudristek RI, Rachmadi Widdiharto, turut mengapresiasi perhatian Bupati Way Kanan dengan mengikutsertakan 20 guru penggerak dalam kegiatan assesmen kepala aekolah.
Sedangkan, Suriatanti Supriyadi, kepala BGP Lampung, juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian aktivasi akun pembelajaran tertinggi, sehingga Kabupaten Way Kanan ditetapkan sebagai daerah fokus belajar.Id pada Anugerah Kihajar Tahun 2022.
“Semoga prestasi ini memotivasi kita bersama untuk menyukseskan transformasi digital dalam mewujudkan SDM unggul untuk Indonesia maju,” ujar dia.(MED)








