BANDARLAMPUNG – Gagal panen padi seluas 630,8 hektare di Lampung selama periode Januari-Maret 2023 diduga menjadi sebab tingginya harga Gabah Kering Panen (GKP) di daerah ini. Meski harga rata-rata GKP per Maret dilaporkan turun, 7,03 persen, harga GKP di Lampung masih terlalu tinggi di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung melaporkan harga GKP di tingkat petani pada Maret 2023 turun sebesar 7,03 persen dari Rp5.812,50 per kg menjadi Rp5.404,00 per kg.
Sementara harga beras di tingkat penggilingan kualitas medium ikut turun sebesar 3,35 persen.
BPS Lampung mencatat harga gabah di tingkat petani pada bulan Maret 2023 berada di atas HPP yaitu Rp5.404 per kg. Bahkan, harga GKP tertinggi mencapai Rp7.000 per kg terjadi di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Petani di daerah ini menggunakan varietas Inpari 32 HDB.
Harga terendah terjadi di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, yakni Rp4.300 per kg. Petani di daerah ini menanam varietas Galur dan Inpari 32.
Sementara harga gabah di tingkat penggilingan masih ‘perkasa’ seharga Rp7.100 per kg menggunakan varietas Inpari 32 HBD yang ditanam di Kecamatan Sragi, Lamsel.
Sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp4.450,00 per kg dengan Varietas Galur dan Inpari 32, terdapat di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Harga tersebut diatas HPP yaitu Rp4.250,00 per kg.(IWA)








