KILAS BALIK Versus KEKINIAN: Arinal Jadikan Jabatan Gubernur Sebagai Ibadah, Bima Jadikan Tiktok Sebagai ‘Penampar’

KILAS BALIK Versus KEKINIAN: Arinal Jadikan Jabatan Gubernur Sebagai Ibadah, Bima Jadikan Tiktok Sebagai 'Penampar'
KILAS BALIK Versus KEKINIAN: Arinal Jadikan Jabatan Gubernur Sebagai Ibadah, Bima Jadikan Tiktok Sebagai 'Penampar'

KILAS BALIK Versus KEKINIAN: Arinal Jadikan Jabatan Gubernur Sebagai Ibadah, Bima Jadikan Tiktok Sebagai ‘Penampar’

 

Bacaan Lainnya

DI MEDIA Sosial masih ramai komentar nitizen terkait konten berjudul ‘Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-maju’. Bima, si pemilik Akun Tiktok @awbimaxreborn yang meng-unggah konten itu mendadak terkenal, sebaliknya Pemprov Lampung hanya bisa bertahan, bahkan Gubernur Lampung Arinal cuma bisa diam.

Karena Arinal bungkam, maka demi keseimbangan, Haluan Lampung menurunkan berita kilas balik saat Arinal masih menjadi bakal calon gubernur.

Berita kilas balik ini ditulis oleh media online be1lampung.com berjudul “Arinal Jadikan Jabatan Gubernur Sebagai Ibadah”. Tayang Sabtu, 3 Juni 2017.

Berikut berita selengkapnya (tanpa diedit):

GISTING – Bakal Calon Gubernur Lampung, Ir. Arinal Djunaidi, M.M., kemarin melakukan safari ramadan di Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Pada kesempatan ini, Arinal menyapa dan bersilaturahmi dengan kader dan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Tanggamus.

“Jika diizinkan menjadi Gubernur Lampung 2019-2024 saat pilgub 2018 mendatang, saya bertekat menjadikan jabatan ini sebagai sarana untuk beribadah,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Lampung ini.

Ditambahkannya, dirinya sangat berharap disisa umurnya ini untuk dapat mengabdikan diri agar Provinsi Lampung yang dicintainya menjadi lebih baik. Yakni tercipta masyarakat yang hidup rukun, damai, tenang dan sejahtera. Selain itu dia menginginkan pembangunan insfratruktur di Lampung dapat merata dan berkembang maju. Sehingga seluruh masyarakat hingga ketingkat desa atau pekon dapat menikmati.

“Untuk itu saya mengajak semua kader dan pengurus Partai Golkar Tanggamus dapat kompak dan melangkah bersama dalam mencapai kemenangan baik itu pilgub, pilbub atau pileg,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Tanggamus, Musni Nafis memaparkan jika acara ini merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan. Harapannya menyerap aspirasi dan membina ukhuwah islamiyah di setiap pekon se-Kabupaten Tanggamus.

Terkait pilgub sendiri, diakuinya jika pihaknya telah menentukan sikap.

“Yakni mendukung dan siap memenangkan, Arinal Djunaidi sebagai cagub Lampung pada pilgub 2018 nanti,” tegas Musni.

Turut hadir pada kesempatan ini, wakil ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Tony Eka Candra dan Juanto Muhajirin, yang juga merupakan bakal calon Bupati Tanggamus.(red)

 

‘Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-maju’.

Sebelumnya pengguna pengguna TikTok dengan akun @awbimaxreborn viral dengan konten berjudul ‘Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-maju’.

Akun ini dilaporkan ke polisi, tapi warganet ramai-ramai membelanya.

Dalam video di akun TikToknya, pengguna dengan nama Bima tersebut menampilkan beberapa slide yang dibuka dengan judul “Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-maju” Pemilik akun tersebut mengaku berasal dari Lampung dan sedang berkuliah di Australia.

“Kalian kenalin nama gue Bima, gue berasal dari provinsi yang satu ini dajjal dan gue sekarang lagi menjalani proses study gue di Australia,” katanya.

Bima membuka presentasinya tersebut dengan alasan infrastruktur. Menurutnya, infrastruktur di Lampung “terbatas”.

“Ini banyak banget di-lampung tuh proyek-proyek dari pemerintah yang mangkrak. Contohnya Kota Baru kak. Itu dari zaman gue SD sampe sekarang gue gak pernah denger kabarnya lagi. Itu aliran dana dari pemerintah Pusat itu ratusan miliar ya bestie dan gue gak tau tuh sekarang udah jadi tempat jin buang anak kali,” katanya.

Bima melanjutkan presentasinya dengan mengeluh soal jalan-jalan di Lampung yang menurutnya “ditempel-tempel doang” Selain itu, Bima juga menyebut sistem pendidikan di Lampung lemah.

“Gue nggak bilang Lampung itu kekurangan orang pintar ya. Lampung itu banyak banget orang pinter. Menteri-menteri aja banyak dari Lampung. Erick Thohir, Sri Mulyani, ada menteri pertanian juga dari Lampung gue lupa namanya,” kata dia.

Bima mengklaim, sistem pendidikan lemah yang dimaksud adalah proses penyaringan peserta didik yang ada di Lampung. Menurut dia, proses itu diwarnai “banyak kecurangan.”

Ia pun menyebut yang berkontribusi terhadap kecurangan itu justru berasal dari kalangan pendidikan sendiri. “Rektor nitipin ponakannya. Ini apa sih. Kunci jawaban tersebar kalau udah mau UN. Tuh kan yang nyebarin siapa kalau bukan yang dari itu pemerintah,” kata dia.

Alasan lain menurut Bima adalah tata kelola yang lemah yakni birorkasi yang tidak efisien, hukum yang tidak ditegakkan. “terus juga suap di mana-mana udah kayak makanan sehari-hari gitu kan,” katanya. Alasan terakhir adalah ketergantungan pada sektor pertanian.

Selain menuai reaksi warganet, unggahan Bima direspons dengan laporan ke polisi oleh seorang pengacara yang Ia menyebut “keberatan” dengan kata “dajjal” yang digunakan Bima.

Selain itu, dia membantah banyak proyek di Lampung yang mangkrak. Menurutnya, ucapan Bima itu “tidak didukung data valid…sehingga informasi ini cukup menyesatkan di kalangan publik.”(IWA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan