Bandarlampung – Memasuki musim tanam 2023-2024, Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan khusus untuk Provinsi Lampung, berupa bantuan pertanian sebesar Rp181,5 miliar.
Bantuan tersebut, seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi Lampung, Rabu (20/12/2023), diberikan dalam bentuk bibit padi inbrida, jagung hibrida, dan alat mesin pertanian (alsintan) pascapanen.
Rinciannya, padi inbrida senilai Rp82 miliar, jagung hibrida senilai Rp54,5 miliar, dan Rp119 alsintan pascapanen senilai Rp45 miliar.
“Nilai bantuan pertanian tersebut mencapai 181,5 miliar rupiah, dari nilai keseluruhan bantuan yang dikucurkan 209,6 miliar,” kata Menteri Pertanian.
Tak hanya Pemprov Lampung saja yang mendapat durian runtuh, Pemda Kabupaten Lampung Tengah juga mendapat jatah Rp28,1 miliar untuk sektor yang sama.
“Saya datang ke Lampung ini, dalam rangka mendukung pelaksanaan percepatan tanam. Karena, Provinsi Lampung ini merupakan lumbung padi nomor enam yang berkontribusi besar untuk Indonesia,” kata Menteri.
Tujuan percepatan tanam, jelas dia, agar produksi dan produktivitas pertanian meningkat.
“Targetnya, tahun depan kita bisa tekan impor beras,” imbuhnya.
Berpijak dari tujuan itulah, ucap Mentan, di momen musim tanam saat ini dia datang ke Lampung untuk menyalurkan bantuan khusus.
“Bantuan untuk Kabupaten Lampung Tengah, juga berupa padi inbrida senilai Rp13,75 miliar, jagung hibrida senilai R 8,6 miliar, dan 23 unit alsintan packapanen senilai Rp5,7 miliar,” terangnya.
Memasuki tahun anggaran 2024, Menteri Amran menyebut, pemerintah pusat akan kembali memberikan tambahkan bantuan kepada para petani di Indonesia.
“Kedepannya, kita juga akan menyelesaikan masalah kelangkaan pupuk yang selama ini dikeluhkan para petani, dengan menambah jumlah distribusi pupuk,” katanya.
Diharapkan, pada tahun 2024 hingga 2026 negara ini bisa ekspor pangan.
“Target kita ekspor, karena swasembada kita sudah biasa,” katanya.
Setelah melangsungkan kegiatan tanam padi di area persawahan Desa Adipuro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Menteri Pertanian RI melanjutkan perjalanan ke Lapangan Korpri Kantor Gurbenur Lampung.
Di sini, Mentan menyosialisasikan kegiatan pembinaan kepada penyuluh pertanian dan petani, dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi dan jagung wilayah Lampung.
Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi menyambut kedatangan Menteri Pertanian. Kemudian, Arinal menyampaikan beberapa gagasan mengenai kondisi Lampung, khususnya sektor pertanian.
Menanggapi permasalahan pupuk, Menteri menyatakan bahwa, petani harus dilayani. Terutama dalam hal ketersediaan pupuk.
“Saya minta para distributor dan pengecer pupuk, untuk tidak mempersulit petani. Sebab, selama ini yang bermasalah itu bukan pada petaninya, tapi pupuknya,” ungkap Menteri.(*)








