Teror Harimau Kembali Terjadi di Lampung Barat, Warga Ketakutan, Trap Dipasang di Kebun

Lampung Barat – Teror harimau kembali menghantui warga di Pemangku Umbul Lima, Desa Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (29/07/2025).

Kejadian ini menambah kepanikan warga setelah sebelumnya seorang petani bernama Misri (60), asal Jawa Tengah, tewas diterkam harimau di kawasan tersebut.

Suara auman harimau dilaporkan masih sering terdengar, terutama pada malam hari, membuat warga semakin takut untuk beraktivitas, terutama keluar rumah saat gelap.

“Kalau malam kadang terdengar suara auman harimau, jujur, kami takut keluar rumah. Dengarnya saja sudah ngeri,” ujar seorang warga, Selasa (29/07/2025).

Meski pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah memasang trap atau perangkap di area kebun warga, upaya ini belum membuahkan hasil. Harimau belum juga tertangkap.

Pemasangan trap di kebun warga menuai pro dan kontra. Warga khawatir, keberadaan umpan hidup justru menarik harimau mendekat ke permukiman.

“Kami takut kalau perangkapnya justru mengundang harimau datang ke sekitar rumah. Sebaiknya pasang di hutan, bukan di kebun dekat warga,” ucap warga lainnya.

Beberapa warga mendesak agar BKSDA mempertimbangkan lokasi pemasangan perangkap agar tidak membahayakan keselamatan masyarakat.

Kepala Desa Sukabumi, Alamsah, membenarkan bahwa perangkap dipasang di kebun milik warga. Ia berharap, harimau segera tertangkap agar masyarakat bisa kembali berkebun dengan aman.

“Benar, trap dipasang di area kebun. Harapannya tentu harimau bisa segera tertangkap supaya warga bisa beraktivitas lagi seperti biasa,” kata Alamsah.

Konflik antara manusia dan harimau bukan pertama kali terjadi di Lampung Barat.

Tentunya hal ini, memicu kekhawatiran akan keberadaan satwa liar yang semakin dekat dengan pemukiman.

Warga mendesak pemerintah dan pihak berwenang untuk segera mengambil langkah cepat dan membuat solusi permanen agar konflik tidak terus berulang. (Arya/Fai)

Pos terkait