LAMPUNG UTARA — Proyek pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di Kabupaten Lampung Utara dengan nilai sekitar Rp40 miliar mendapat sorotan DPC Laskar Lampung setelah kondisi pekerjaan di lapangan dinilai perlu dievaluasi.
Ketua DPC Laskar Lampung Kabupaten Lampung Utara, Adi Candra, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kondisi fisik yang dipertanyakan saat melakukan pemantauan langsung ke lokasi proyek yang bersumber dari APBN tersebut.
Menurut Adi, beberapa bagian dinding saluran terlihat mengalami keretakan, sementara pemasangan material dan konstruksi pondasi dinilai perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.
“Anggarannya sangat besar, mencapai Rp40 miliar. Namun kualitas pengerjaannya sangat mengecewakan. Terkesan buru-buru dan yang penting selesai tanpa memperhatikan kualitas fisik bangunan,” ujar Adi.
Ia juga mempertanyakan tahapan pengerjaan pada beberapa titik yang menurut pengamatannya tidak menunjukkan proses pemadatan tanah secara memadai sebelum konstruksi dinding saluran dipasang.
Namun, penilaian tersebut masih merupakan hasil pengamatan Laskar Lampung dan belum disertai hasil pemeriksaan teknis dari instansi berwenang maupun dokumen spesifikasi pekerjaan.
Adi meminta pihak terkait melakukan pemeriksaan lapangan dengan membandingkan kondisi fisik proyek terhadap kontrak, gambar kerja, spesifikasi teknis dan dokumen pelaksanaan.
Menurutnya, pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan bangunan irigasi memiliki kualitas yang memadai dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Laskar Lampung juga mendesak aparat penegak hukum memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan maupun penggunaan anggaran.
Adi menilai pemeriksaan terhadap PPK dan pihak pelaksana diperlukan untuk menjawab dugaan ketidaksesuaian antara nilai pekerjaan dengan kondisi fisik yang ditemukan di lapangan.
“Kami meminta aparat penegak hukum turun melakukan pemeriksaan. Kalau memang seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi dan anggaran, tentu harus bisa dibuktikan melalui dokumen dan pemeriksaan teknis,” katanya.
Ia menegaskan dugaan penggelembungan anggaran maupun penyalahgunaan dana belum dapat disimpulkan sebelum dilakukan audit atau pemeriksaan resmi.
Sejumlah warga dan petani di sekitar lokasi juga disebut mengkhawatirkan ketahanan bangunan ketika debit air meningkat, terutama apabila struktur pondasi dan dinding tidak dibangun sesuai standar.
Mereka berharap proyek irigasi yang menggunakan anggaran negara dapat benar-benar memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan tidak mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan dari pihak perusahaan pelaksana, PPK maupun instansi teknis terkait mengenai kondisi pekerjaan dan tudingan yang disampaikan Laskar Lampung. (Red)








