Penjabat di Lampung Barat dan Tulangbawang Beraroma ‘Banteng’

Ilustrasi penjabat/Dok.Haluan

BANDAR LAMPUNG – Masa jabatan dua bupati di Provinsi Lampung akan berakhir pekan depan, yakni Bupati Tulangbawang Winarti berakhir 18 Desember 2022 dan Bupati Lampung Barat Parosil berakhir 11 Desember 2022.

Keduanya seharusnya berhenti bersama wakil bupati masing-masing pada tanggal itu, digantikan penjabat bupati yang disetujui Mendagri.

Bacaan Lainnya

Mengingat waktu, Mendagri tentu akan segera mengumumkan dua nama penjabat bupati itu pada pekan ini untuk secepatnya dilakukan pelantikan.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, telah mengusulkan lima nama yang akan menjadi Penjabat (Pj) Bupati untuk Kabupaten Lampung Barat dan Tulang Bawang.

Arinal Djunaidi, mengungkapkan nama-nama yang diusulkannya memiliki kriteria, utamanya berwawasan luas, berpengalaman dibidang pemerintahan serta mengerti ekonomi secara global.

Sayangnya, Gubernur Arinal masih menutup erat lima nama tersebut.

Baca Juga  Potong Hak Bicara, Sikap Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Disebut Tidak Demokratis

“Soal nama itu rahasia negara jadi tidak bisa disebutkan,” kata Arinal saat dimintai keterangan di Balai Keratun lingkungan kantor Gubernur Lampung, Senin (21/11/2022) lalu.

Tapi yang jelas, penggantian kepala daerah dua kabupaten itu dipastikan akan menjadi keniscayaan. Sebab, DPRD dua kabupaten telah menggelar rapat paripurna penghentian kepala daerah.

Kabar telah dilakukan rapat paripurna penghentian kepala daerah memang terkesan ‘silent’ karena tidak terpublikasi dengan baik.

Namun Kabag Kerjasama Pejabat Negara dan Legislatif Biro Pemerintahan dan Otoritas Daerah Pemprov Lampung, Koharuddin, membenarkan jika masing-masing daerah telah menggelar paripurna penghentian kepala daerah.

“Informasinya daerah sudah menggelar paripurna penghentian kepala daerah, tapi kami belum menerima laporannya. Mungkin secara pribadi langsung dilaporkan ke pusat,” kata dia.

Mesti Peroleh Dukungan PDIP?

Siapapun penjabat bupati Tulangbawang dan Lampung Barat yang dilantik nanti, tentu adalah yang diinginkan PDIP.

“Gubernur tugasnya memang mengusulkan, dan itu sudah dilakukan. Tapi siapa pun jadi nanti, tentu yang paling diinginkan PDIP,” ujar sumber Haluan Lampung menyebutkan, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga  Belajar dari Pengalaman, PAN Lampung Target Isi Seluruh Dapil di Pileg 2024

Kesimpulan yang disampaikan oleh sumber tersebut bukan semata-mata karena Winarti dan Parosil adalah bupati dari PDIP, tetapi juga ‘dianggukkan’ oleh pengusul.

Diketahui, DPRD Tulangbawang mengusulkan Inspektur Pemprov Lampung Freddy, Kepala BPKAD Lampung Marindo Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuba Anthoni, dan Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Deddy Winarwan.

Sementara DPRD Lampung Barat mengusulkan Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Qodratul Ikhwan, Kadiskominfo Lampung Ganjar Jationo dan Sekdakab Lampung Barat, Nukman.

Tetapi, komposisi nama-nama penjabat bupati yang diusulkan DPRD itu, bahkan, bisa bergeser berganti wilayah. Sebab, belakangan ada kabar bahwa Kemendagri menunjuk Qodratul Ikhwan menjadi penjabat Bupati Tulangbawang.

Jika kabar itu benar, maka persaingan penjabat Bupati Lampung Barat menyisakan dua nama, yakni Ganjar Jationo dan Nukman.

Silahkan tebak sendiri.(IWA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan