Angka Prevalensi Stunting di Waykanan Turun

Angka Prevalensi Stunting di Waykanan Turun
Wakil Bupati Waykanan Ali Rahman. Foto Istimewa

Waykanan – Pemerintah Kabupaten Waykanan menggelar kegiatan diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Semester 1 tahun 2023.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Bupati Way Kanan Ali Rahman selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan  Stunting (TPPS) Waykanan dan dihadiri Sekdakab Way kanan Saipul.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Ali Rahman mengatakan, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah Nasional (RPJMN 2020-2024) dengan salah satu indikator prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita yaitu 14 persen pada tahun 2024.

Baca Juga  Kasat Lantas Pesawaran Tinjau Pembangunan Jembatan di Desa Way Harong

Saat ini angka prevalensi stunting pada anak di bawah usia lima tahun berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia prevalensi Nasional, masih tercatat 24,4 persen, dan tingkat Provinsi Lampung sebesar 18,5 persen, dan di Waykanan tercatat 20,7 persen.

“Angka prevalensi Waykanan saat ini masih sangat tinggi sehingga dibutuhkan komitmen dan upaya  semua pihak untuk.mendorong penurunan angka prevalensi di Way Kanan,” ujar Wakil Bupati.

“Alhamdulillah, berkat komitmen semua pihak di tahun 2022 angka prevalensi stunting di Waykanan turun menjadi 18,4 persen,” tambahnya. 

Capaian ini sangat luar biasa, sehingga wajar jika Waykanan mendapat penghargaan Siger stunting dari Pemprov Lampung sebagai terbaik 1 (satu) dalam kinerja kabupaten dalam aksi konvergensi percepatan penurunan stunting provinsi Lampung.

Baca Juga  Waduh, Kadis PUTR Kota Metro Dipolisikan

Diketahui bahwa pelaksanaan Diseminasi Audit kasus stunting tahap 1 telah dilaksanakan di kampung Argomulyo Kecamatan Banjit dan Kampung Gunung Katun Kecamatan Baradatu.

Sementara Audit tahap II akan segera dilaksanakan di Kampung Sukabumi Kecamatan  Buay Bahuga dan Kampung Pisang Baru Kecamatan Bumi Agung.

“Diharapkan dengan kerjasama stakeholder, kita berkonvergensi lebih maksimal lagi sehingga angka stunting bisa menurun drastis dan pada tahun 2024 angka prevalensi stunting bisa turun di bawah angka 14 persen,” pungkas Wakil Bupati Ali Rahman.(*)

Pos terkait